AP II Berencana Terbitkan Obligasi Rp6 Triliun
Selasa, 10 Februari 2015 - 15:22 WIB
AP II Berencana Terbitkan Obligasi Rp6 Triliun
A
A
A
JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II berencana melakukan penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi senilai Rp6 triliun.
Direktur Utama AP II Budi Karya Sumadi mengatakan, PUB obligasi sebesar Rp6 triliun tersebut akan diterbitkan perseroan dalam dua tahap. Untuk tahap I diterbitkan pada akhir tahun ini sebesar Rp2 triliun.
"Obligasi sebesar Rp2 triliun rencanannya pada September atau Oktober, sebelumnya kita telah menerbitkan MTN (medium term notes), setelah memperoleh debt baru kita terbitkan obligasi," kata kata Budi dalam jumpa persnya di Jakarta, Selasa (10/2/2015).
Sementara pada tahun depan, aksi korporasi perseroan masih akan berlanjut dengan menerbitkan surat utang sebesar Rp3 triliun hingga Rp4 triliun. Dengan demikian, total obligasi yang diterbitkan mencapai Rp6 triliun.
"Obligasi dengan tenor selama 5-7 tahun. Advisor-nya akan ditunjuk dalam dua bulan ke depan," paparnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, dana hasil obligasi tersebut sebagian besar akan digunakan perseroan untuk pembangunan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
"Untuk dana pengembangan Bandara Soekarno sekitar Rp4 triliun, selain itu untuk pengembangan bandara Jambi," paparnya.
Direktur Utama AP II Budi Karya Sumadi mengatakan, PUB obligasi sebesar Rp6 triliun tersebut akan diterbitkan perseroan dalam dua tahap. Untuk tahap I diterbitkan pada akhir tahun ini sebesar Rp2 triliun.
"Obligasi sebesar Rp2 triliun rencanannya pada September atau Oktober, sebelumnya kita telah menerbitkan MTN (medium term notes), setelah memperoleh debt baru kita terbitkan obligasi," kata kata Budi dalam jumpa persnya di Jakarta, Selasa (10/2/2015).
Sementara pada tahun depan, aksi korporasi perseroan masih akan berlanjut dengan menerbitkan surat utang sebesar Rp3 triliun hingga Rp4 triliun. Dengan demikian, total obligasi yang diterbitkan mencapai Rp6 triliun.
"Obligasi dengan tenor selama 5-7 tahun. Advisor-nya akan ditunjuk dalam dua bulan ke depan," paparnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, dana hasil obligasi tersebut sebagian besar akan digunakan perseroan untuk pembangunan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
"Untuk dana pengembangan Bandara Soekarno sekitar Rp4 triliun, selain itu untuk pengembangan bandara Jambi," paparnya.
(rna)
Lihat Juga :