Gagal Capai Kesepakatan Bailout Yunani, Emas Rebound

Kamis, 12 Februari 2015 - 09:50 WIB
Gagal Capai Kesepakatan...
Gagal Capai Kesepakatan Bailout Yunani, Emas Rebound
A A A
SINGAPURA - Harga emas global rebound dari level terendah sebulan setelah pemimpin Eropa gagal menyepakati program dana talangan (bailout) Yunani pada pertemuan di Brussels.

Emas untuk pengiriman segera naik 0,4% menjadi USD1.223,57 per ons dan diperdagangkan pada USD1.223,35 pada pukul 09.35 pagi di Singapura.

Sebelumnya, emas jatuh ke USD1.215,30, level terendah sejak 9 Januari 2015 setelah dolar Amerika Serikat (USD) menguat ke level tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

Emas sudah naik 3,3% sepanjang tahun ini karena krisis Yunani dan stimulus di Eropa dan Asia mengimbangi naiknya USD dan prospek suku bunga AS.

Menteri keuangan zona Eropa gagal mencapai kesepakatan menjaga agar dana talangan ke Yunani pada pertemuan kemarin, namun akan melanjutkan pembicaraan pada pekan depan. Kebuntuan tersebut akan menyebabkan Yunani terlempar dari zona Eropa lantaran program bailout akan berakhir pada bulan ini.

Australia and New Zealand Banking Group Ltd dalam catatanya menyatakan bahwa konflik di pasar emas masih akan berlanjut.

"Yunani tetap menjadi fokus dengan negosiasi yang dilaporkan menemui jalan buntu," tulisnya seperti dilansir dari Bloomberg, Kamis (12/2/2015).

Ketua Eurogroup Jeroen Dijsselbloem mengatakan bahwa para menteri zona Eropa tidak mencapai kesepakatan bersama tentang cara untuk mengambil langkah-langkah terkait perpanjang program bailout.

Sementara USD berakhir menguat ke 1.173,92 dari 1.174,87, penutupan tertinggi sejak Desember 2004. Posisi tersebut naik 3,8% pada tahun ini di tengah spekulasi bahwa Federal Reserve akan mulai meningkatkan suku bunganya.

Emas untuk pengiriman April naik 0,3% menjadi USD1.223,10 per ons di Comex setelah turun sebelumnya di USD1.216,50, harga terendah sejak 9 Januari 2015.

Perak untuk pengiriman segera naik 0,2% menjadi USD16,8416 per ons. Spot platinum menguat 0,3% menjadi USD1.197,25 per ons, dan palladium naik 0,3% menjadi USD770,95 per ons.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Negara Penghasil...
10 Negara Penghasil Emas Terbesar di Dunia, Termasuk Indonesia
Negara-Negara Penghasil...
Negara-Negara Penghasil Harta Karun Emas Terbesar di Dunia
Harga Emas Diramal akan...
Harga Emas Diramal akan Tembus Rp2,1 Juta per Gram
Naik Rp3.000, Harga...
Naik Rp3.000, Harga Emas Nangkring di Level Rp932.000 per Gram
Awal Pekan Harga Si...
Awal Pekan Harga Si Kuning Mager dari Level Rp929.000 per Gram
Harga Emas Masih Bertengger...
Harga Emas Masih Bertengger di Rp932 Ribu per Gram
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
4 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
4 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
5 jam yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
5 jam yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
6 jam yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved