IHSG Diprediksi pada Kisaran 5.252-5.375
Jum'at, 13 Februari 2015 - 08:13 WIB
IHSG Diprediksi pada Kisaran 5.252-5.375
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari terakhir pekan ini diprediksi akan melanjutkan reli didukung positifnya Wall Street semalam.
"Pada perdagangan hari ini, IHSG berpotensi menguat dan akan bergerak pada kisaran support 5.252 dan resistance 5.375," kata analis teknikal Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah, Jumat (13/2/2015).
Potensi penguatan IHSG didukung pasar saham Amerika Serikat (AS) yang semalam ditutup menguat. Indeks Dow Jones Industrial Avg naik sebesar 0,62%, dan indeks S&P500 terapresiasi sebesar 0,96%.
Dari pasar Asia, pergerakan indeks utama regional pagi ini variatif (mixed). Indeks Nikkei 225 (Jepang) turun sebesar 0,32%, sedangkan indeks KOSPI Composite (Korea Selatan) menguat 0,42%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak variatif. Harga minyak mentah WTI turun 0,10% ke level USD51,16 per barel. Sedangkan harga emas Comex menguat 0,31% ke posisi
USD1.224,50 per troi ons.
Dari dalam negeri, realisasi penerimaan pajak pada Januari 2015 meleset dari target yang ditentukan. Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hanya mampu menarik Rp69 triliun dari target yang harus dikumpulkan sebesar Rp76 triliun.
Kemenkeu mengungkapkan jika penurunan tersebut disebabkan karena belum adanya penguatan sektor pajak baik dari sisi sumber daya manusia maupun teknologi informasi.
"Pada perdagangan hari ini, IHSG berpotensi menguat dan akan bergerak pada kisaran support 5.252 dan resistance 5.375," kata analis teknikal Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah, Jumat (13/2/2015).
Potensi penguatan IHSG didukung pasar saham Amerika Serikat (AS) yang semalam ditutup menguat. Indeks Dow Jones Industrial Avg naik sebesar 0,62%, dan indeks S&P500 terapresiasi sebesar 0,96%.
Dari pasar Asia, pergerakan indeks utama regional pagi ini variatif (mixed). Indeks Nikkei 225 (Jepang) turun sebesar 0,32%, sedangkan indeks KOSPI Composite (Korea Selatan) menguat 0,42%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak variatif. Harga minyak mentah WTI turun 0,10% ke level USD51,16 per barel. Sedangkan harga emas Comex menguat 0,31% ke posisi
USD1.224,50 per troi ons.
Dari dalam negeri, realisasi penerimaan pajak pada Januari 2015 meleset dari target yang ditentukan. Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hanya mampu menarik Rp69 triliun dari target yang harus dikumpulkan sebesar Rp76 triliun.
Kemenkeu mengungkapkan jika penurunan tersebut disebabkan karena belum adanya penguatan sektor pajak baik dari sisi sumber daya manusia maupun teknologi informasi.
(rna)
Lihat Juga :