Pertemuan di Istana Bogor, Ini Kata Para Menteri

Selasa, 17 Februari 2015 - 10:19 WIB
Pertemuan di Istana...
Pertemuan di Istana Bogor, Ini Kata Para Menteri
A A A
BOGOR - Presiden Joko Widodo (Jokowi) semalam mengumpulkan para menteri dalam Kabinet Kerja untuk makan malam, sekaligus sidang kabinet paripurna di Istana Bogor, Jawa Barat. Namun, para menteri kompak berkomentar pertemuan yang berlangsung selama hampir tiga jam tersebut tidak ada yang istimewa.

Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan mengatakan, pertemuan tersebut bersifat umum dan tidak ada yang istimewa. Pertemuan yang diadakan di Ruang Garuda, Istana Bogor itu hanya evaluasi kinerja 100 hari kabinet.

"Tadi makan sate. Saya sudah catatin punya saya. Itu pengarahan umum saja kok," ujar mantan Bos KAI ini di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (16/2/2015) malam.

Senada dengannya, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro juga mengaku pertemuan tersebut lebih bersifat umum. Presiden, kata dia, hanya memberikan arahan agar para pembantu kenegaraan ini dapat menyingkirkan ego sektoral dalam menjalani kabinet ini.

"Ya misalnya ada yang kurang pas, gitu-gitu saja, umum. Ini misalnya kita harus sinergi antar kementerian, menghilangkan ego sektoral, pokoknya basic yang harus kita jalankan," jelas dia.‬

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuldjono pun menambahkan, pertemuan yang dimulai pukul 19.00 WIB sangat santai dan tidak berbalut ketegangan.

"Tadi cuma general bagaimana komunikasinya. Santai-santai banget," pungkas Basuki.

Sementara Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Sofyan Djalil menegaskan, dalam pertemuan tersebut Jokowi berpesan agar peraturan menteri yang dikeluarkan sedianya harus dikoordinasikan terlebih dahulu. Menteri dilarang mengeluarkan peraturan sendiri.

"Cocok dengan kementerian A tetapi tidak cocok dengan B. Oleh karena itu harus koordinasi," ujarnya.‬

Lebih lanjut dia mengatakan, dalam pertemuan tersebut juga diminta untuk mempersiapkan para pejabat eselon II agar menyiapkan strategi komunikasi yang baik.

"Agar tidak menjawab no comment," imbuhnya.

Sofyan menambahkan, pertemuan ini dimaksudkan untuk mempererat kerja sama antar lembaga. Sebab, tujuan kabinet ini adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

"Yang jelas kerja sama antar lembaga. Tujuan kabinet ini adalah pertumbuhan ekonomi. Ada kebijakan yang perlu dibawa ke rapat kabinet," tandas dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
JK soal Kabinet Merah...
JK soal Kabinet Merah Putih: Nanti 6 Bulan Baru Kita Bisa Menilai
Reshuffle Kabinet, Presiden...
Reshuffle Kabinet, Presiden Lantik 2 Menteri 1 Kepala Lembaga
Jokowi Lantik Dua Menteri...
Jokowi Lantik Dua Menteri dan Tiga Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju
JK Sentil Wacana Kabinet...
JK Sentil Wacana Kabinet Prabowo Diisi 40 Menteri: Artinya Bukan Kabinet Kerja tapi Politis
Penilaian 6 Menteri...
Penilaian 6 Menteri Baru di Mata Jokowi
Reshuffle Kabinet, PKS...
Reshuffle Kabinet, PKS Sarankan Jokowi Libatkan KPK Pilih Calon Menteri
Berita Terkini
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
13 menit yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
50 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
1 jam yang lalu
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
1 jam yang lalu
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
2 jam yang lalu
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
2 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved