Pengembang China Naikkan Harga Properti Mewah

Selasa, 17 Februari 2015 - 14:21 WIB
Pengembang China Naikkan...
Pengembang China Naikkan Harga Properti Mewah
A A A
HONG KONG - Beberapa pengembang China berencana menaikkan harga untuk proyek- proyek mewah baru di kotakota besar tahun ini. Perkembangan ini sinyal perbaikan sentimen di pasar yang sedang mengalami penurunan harga rumah baru selama delapan bulan terakhir 2014.

Penjualan properti mewah mendapat tekanan tahun lalu saat kampanye antikorupsi mengurangi konsumsi berlebihan. Meski demikian, para pembeli sekarang mendapat keuntungan dari kredit yang lebih mudah dan pasar berlomba menambah rumah mereka. Beberapa pengembang mulai menaikkan harga di kotakota besar, setelah Bank Sentral China memangkas suku bunga pada November lalu dan menurunkan jumlah dana perbankan yang harus disimpan sebagai cadangan.

Langkah pemerintah itu untuk merevitalisasi pertumbuhan ekonomi yang saat ini berada di level terendah dalam lebih dari dua dekade. “Ini tidak menuju pada pemulihan penuh di pasar,” ungkap Clement Luk, chief executive officer (CEO) untuk China bagian timur di agen properti Centaline, dikutip kantor berita Reuters.

“Likuiditas lebih mudah dibandingkan setahun lalu, tapi pasar tidak memiliki lingkungan untuk kenaikan harga tinggi karena masih ada banyak stok dan tidak ada perbaikan pada makro ekonomi.” China Resources Land, FranshionProperties, dan China Merchants Property semuanya berencana menaikkan harga untuk beberapa proyek baru mereka di kota-kota besar tahun ini.

“Pasar mewah membaik dari tahun lalu saat para investor mengambil laba dari bursa saham dan menginvestasikan di real estate,” ungkap Angeline Wu, vice manager SRE Finance Centre, perusahaan real estate yang berbasis di Shanghai. “Likuiditas pasar juga lebih baik. Tapi, transaksi apartemen mewah yang kami bicarakan sekarang bukan satu-satunya. Ada peningkatan harga tipe rumah sekitar 50.000 yuan hingga 100.000 yuan per meter persegi,” tutur Wu.

Chen Long, customer manager di Rapido Real Estate, Shanghai, menjelaskan, harga unit mewah dijual dengan harga yang terus naik selama dua tahun terakhir dan sekarang mencapai sekitar 50.000 yuan per meter persegi. Harga rumah baru di China mungkin telah mencapai dasar dan mulai menguat pada Januari setelah delapan bulan penurunan.

Kondisi ini meningkatkan harapan bahwa data resmi yang dirilis hari ini akan mengonfirmasi pemulihan di pasar properti. Volume penjualan apartemen mewah di Shanghai seharga lebih dari 10 juta yuan, turun 34% tahun lalu menjadi 2.246 unit, dari 3.406 unit pada 2013, menurut perusahaan riset real estate CRIC.

Sekitar 2.243 unit mewah dijual pada 2012. “Persentase proyek mewah baru akan lebih tinggi di kotakota besar. Jika tidak, para pengembang tidak akan bertahan karena harga lahan di kota-kota ini terlalu tinggi,” papar Yang Kewei, analis CRIC.

Syarifudin
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
1 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
2 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
3 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
3 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
4 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved