Merger Perbankan Berisiko Timbulkan PHK

Rabu, 18 Februari 2015 - 18:43 WIB
Merger Perbankan Berisiko...
Merger Perbankan Berisiko Timbulkan PHK
A A A
JAKARTA - Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) Gatot Suwondo mengatakan, salah satu risiko dari adanya merger antar bank adalah pemutusan hubungan kerja (PHK).

Menurutnya, potensi PHK atas merger sangat besar. Hal ini karena perusahaan harus melakukan efisiensi dari pengeluaran untuk gaji karyawan yang jumlahnya bertambah.

"Potensi PHK ada, kalau cabang ada dua di satu tempat kan tetap harus ada satu. Kalau ada dua kepala cabang bagaimana? Satu mungkin keluar. Lihat total cost BNI per bulan Rp200 miliar, di sana (Bank Mandiri) berapa. Ditambahkan, nutup tidak, kalau tidak harus ada efisiensi," ujarnya di Plaza Central, Jakarta, Rabu (18/2/2015).

Biaya yang akan dikeluarkan perusahaan untuk kompensasi dari PHK tersebut tidak sedikit. Salah satu perbankan Malaysia gagal untuk merger pada awal tahun ini karena salah satunya akan ada PHK 4.000 karyawan.

"Waktu akan merger di Danamon keluarkan dana Rp2 triliun dari cost PHK. Tapi kalau di BNI, karyawannya pride-nya tinggi, bukan masalah uang saja. Kalau terjadi merger, lebih berat lagi, karena situasi sekarang merasa ini bank bagus, kenapa harus merger," jelas dia.

Gatot menegaskan, dari pada ribut masalah merger, lebih baik mendorong perbankan untuk dapat bersaing dari yang masih pada buku dua dan tiga.

"Bank buku empat sudah sehat, sudah cukup bersaing di regional. Bankir kita juga jangan dianggap bankir kita rendah, bankir kita orientasinya pengusaha. Bisa optimalakan margin dengan segala keterbatasan, bankir pemerintah top," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BNI Hadir Lebih Dekat...
BNI Hadir Lebih Dekat di HUT ke-79, Sapa Nasabah Rayakan Momen Perjalanan Tumbuh Bersama
HUT BNI ke-74, Pegawai...
HUT BNI ke-74, Pegawai dan Serikat Pekerja Sebar 146.000 Paket Sembako
BNI Ubah Jam Operasional...
BNI Ubah Jam Operasional Selama Bulan Ramadan
BNI Catat Kenaikan Transaksi...
BNI Catat Kenaikan Transaksi Nasabah Premium di Private Event BNI-Emirates Travel Fair 2025
Peringati HUT ke-76,...
Peringati HUT ke-76, BNI Terus Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Pelayanan dan SDM
Bantu Perangi COVID-19,...
Bantu Perangi COVID-19, UKM Binaan BNI Turut Produksi APD
Berita Terkini
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
36 menit yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
1 jam yang lalu
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
1 jam yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
2 jam yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
2 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
2 jam yang lalu
Infografis
Unilever Akan Lakukan...
Unilever Akan Lakukan PHK 3.200 Pekerja di Eropa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved