AAEI: Merger Bank Butuh Persiapan Matang

Kamis, 19 Februari 2015 - 15:49 WIB
AAEI: Merger Bank Butuh...
AAEI: Merger Bank Butuh Persiapan Matang
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Haryajid Ramelan menilai, merger antara Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Mandiri yang digulirkan oleh Menteri Keuangan beberapa waktu lalu tidak mudah untuk dilakukan. Pasalnya, banyak pertimbangan yang harus dipersiapkan.

"Konsolidasi itu perlu persiapan yang matang dan memang sebetulnya tidak mudah untuk konsolidasi. Merger juga perlu memikirkan nama baru setelah itu," kata Haryajid.

Jika antara Bank BNI dan Bank Mandiri dipaksakan merger, menurut dia, tidak bagus karena membutuhkan waktu yang cukup lama dan social cost yang besar. Dia berpendapat, BNI bisa jalan sendiri tanpa perlu dimerger.

"Tanpa kapitalisasi ini dibuat, BNI sebetulnya sudah bisa jalan sendiri. Lagipula BNI dan Mandiri beda mainannya, yang satu di mikro yang lain di institusi," sambung Haryajid.

Pada intinya, dia menegaskan, proses merger itu harus matang dikemukakan kepada publik. Bahkan, harus dijelaskan apakah bermanfaat bagi semua orang atau tidak, selain bagi pemerintah.

"Harus dijelaskan, benefit ini bagi BNI atau Mandiri? Bagi saya, benefit ya harus semuanya. Bukan hanya BNI atau Mandiri saja, tapi bagi pemerintah juga," terangnya.

Menurut dia, merger kedua bank besar bisa menghasilkan potensi benefit yang sangat kecil karena semakin terkomplek perusahaan perbankan dan semakin menjadi sedikit perbankan di Indonesia, maka Indonesia akan semakin terpojok oleh bank asing yang masuk.

"Nah perbankan asing kan makin banyak masuknya. Tapi kalau bank di Indonesia banyak, ini kan kita bisa serang. Sekarang kita semakin dipojokan oleh bank asing, namun kalau kita disatukan nanti kita bisa fokus atau tidak?," tukasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hati-Hati, Nasabah Perbankan...
Hati-Hati, Nasabah Perbankan Rentan jadi Korban Kejahatan Social Engineering
Pertemuan Tahunan Perbankan...
Pertemuan Tahunan Perbankan Syariah 2024
Dana Nasabah Raib, Sistem...
Dana Nasabah Raib, Sistem Keamanan Perbankan Dipertanyakan
Lewat Media Dongeng...
Lewat Media Dongeng Perbankan, JMI Berikan Donasi Pendidikan Masyarakat Pesisir di SDN Tanjung Burung Kabupaten Banten
Bagaimana Kinerja Perbankan...
Bagaimana Kinerja Perbankan Dua Kuartal ke Depan?, Nih Hitung-hitungannya
Cermat Dalam Memilih...
Cermat Dalam Memilih Aplikasi Perbankan
Berita Terkini
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
18 menit yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
56 menit yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
1 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
1 jam yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
4 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
4 jam yang lalu
Infografis
5 Bank BUMN Diguyur...
5 Bank BUMN Diguyur Rp200 Triliun, Segini Rincian Porsinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved