IHSG Diprediksi Rawan Aksi Profit Taking

Jum'at, 20 Februari 2015 - 07:18 WIB
IHSG Diprediksi Rawan...
IHSG Diprediksi Rawan Aksi Profit Taking
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diprediksi rawan aksi ambil untung (profit taking). Kendati demikian, jika terjadi koreksi disarankan untuk menjadikannya sebagai kesempatan untuk membeli.

"Aksi beli pelaku pasar yang membawa IHSG break all time high untuk membentuk daerah baru dapat terimbas aksi profit taking. Bila itu terjadi, rekomen untuk akumulasi di saham pilihan lapis dan blue chip," kata analis senior HD Capital Yunagur Wijanarko, Jumat (20/2/2015).

Dia memprediksi, IHSG akan bergerak pada kisaran support 5.350-5.310-5.270, sedangkan resistance pada kisaran 5.420-5.484-5.550.

Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan untuk akumulasi beli adalah saham sektor perbankan, telekomunikasi serta properti dan real estat. Saham tersebut, di antaranya:

1. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), dengan trading target Rp1.065

Penurunan suku bunga seharusnya lebih menguntungkan bank BUMN pemerintah kecil karena basis modal kredit lebih mahal dari pada yang besar.

Entry (1) Rp1.025, entry (2) Rp1.015, cut loss point: Rp1.010

2. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), dengan trading target Rp3.000

Kami menaikan batas support ke arah yang lebih aggresif meilhat perkembangan reli terakhir di IHSG, rekomen buy untuk percobaan test level psikologis Rp3.000.

Entry (1) Rp2.875, entry (2) Rp2.855, cut loss point: Rp2.825

3. PT Alam Sutera Realty (ASRI), dengan trading target Rp675

Kami melihat bahwa suatu bentuk koreksi minor pasca reli yang cukup kencang di emiten properti residensial dan komersial small cap ini dapat dilihat sebagai kesempatan positioning buy.

Entry (1) Rp655, entry (2) Rp645, cut loss point: Rp635

4. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dengan trading target Rp6.925

Proses koreksi minor ke price gap bawah dalam medium term uptrend emiten perbankan big cap BUMN yang ini yang dirumorkan meger dengan BMRI dapat digunakan sebagai kesempatan buy untuk mengikuti kenaikan berikutnya.

Entry (1) Rp6.750, entry (2) Rp6.675, cut loss point: Rp6.575
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Skenario IHSG untuk...
Skenario IHSG untuk Bertahan di Level 6.300
Rilis Neraca Dagang...
Rilis Neraca Dagang Pengaruhi Pergerakan IHSG Hari Ini
IHSG Akhir Pekan Dibuka...
IHSG Akhir Pekan Dibuka Merayap, Naik Tipis 5,30 Poin
Investor Asing Tak Lagi...
Investor Asing Tak Lagi Borong Saham, IHSG jadi Loyo
Ada Peluang IHSG Terkoreksi...
Ada Peluang IHSG Terkoreksi Hari Ini, Bergerak Terbatas 6.123-6.288
Seharian Bergeming di...
Seharian Bergeming di Zona Hijau, IHSG Ditutup Naik ke 6.289
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
1 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
1 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
2 jam yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
2 jam yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
2 jam yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
3 jam yang lalu
Infografis
Aksi Premanisme Makin...
Aksi Premanisme Makin Marak Terjadi di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved