Merger Tiga Bank BUMN Syariah Dikaji

Jum'at, 20 Februari 2015 - 09:56 WIB
Merger Tiga Bank BUMN...
Merger Tiga Bank BUMN Syariah Dikaji
A A A
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengkaji kelayakan rencana penggabungan (merger) tiga bank syariah milik anak usaha perbankan pelat merah.

Kepala Bidang Komunikasi Publik Kementerian BUMN Teddy Poernama mengatakan, latar belakang pemerintah untuk melakukan merger bank syariah milik anak usaha BUMN disebabkan masih minimnya perkembangan ekonomi syariah di Indonesia.

“OJK dan Kementerian BUMN melihat bahwa Indonesia dengan jumlah penduduk muslim mayoritas lebih dari 160 juta jiwa, namun perkembangan ekonomi syariah sangat lambat. Terlihat, penetrasi bank syariah dari sisi aset hanya sekitar 4% dibandingkan bank konvensional,” kata Teddy kepada sejumlah media di Jakarta, Rabu (18/2).

Lebih lanjut dia menjelaskan, tiga bank syariah yang akan digabung yaitu Bank Syariah Mandiri, Bank BRI Syariah dan Bank BNI Syariah. Ketiga bank syariah tersebut merupakan anak usaha dari tiga bank BUMN masing-masing PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

“Selain menata kembali regulasinya, untuk mendorong pertumbuhan perbankan syariah harus dipercepat dengan pertumbuhan nonorganik salah satu alternatifnya dengan menggabungkan tiga bank syariah,” ungkap Teddy.

Selain ketiga bank syariah milik BUMN, pemerintah tengah menjajaki untuk menggabung unit usaha dari PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) yaitu BTN Syariah. “Saat ini telah dibentuk tim untuk mengkaji kelayakan rencana konsolidasi anak perusahaan bank syariah milik BUMN, tujuannya untuk melihat pro dan kontra dari rencana korporasi dimaksud,” tandasnya.

Sebelumnya Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Konstruksi, dan Jasa Lainnya Kementerian BUMN Gatot Trihargo menyatakan, pemerintah telah menyiapkan roadmap pembentukan bank syariah BUMN. Pembentukannya terbagi dalam tiga tahap. Tahap pertama dilakukan konsolidasi anak usaha bank BUMN, di mana sahamnya akan dimiliki bersama oleh Bank BUMN.

Kemudian, pengembangan pengalihan atau konversi bank BUMN menjadi bank syariah. Bank syariah hasil konversi akan digabung dengan bank syariah yang lahir pada tahap pertama. ”Tahap ini nantinya dilakukan seiring dengan reformasi bank BUMN konvensional menjadi hanya dua bank dari empat,” ujar Gatot.

Tahapan selanjutnya adalah penguatan permodalan bagi bank BUMN syariah dengan rencana pencatatan saham perdana (initial public offering/ IPO).

Heru febrianto
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
PINDEX 2026 Dibuka,...
PINDEX 2026 Dibuka, Pertamina Patra Niaga Tampilkan Inovasi Engineering Energi Hilir
40 menit yang lalu
Rupiah Jebol Tembus...
Rupiah Jebol Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pelemahan Terburuk Sepanjang Sejarah
45 menit yang lalu
IHSG Rontok Lagi Hari...
IHSG Rontok Lagi Hari Ini, Tak Lama Pembukaan Anjlok 1,25% ke 5.866
1 jam yang lalu
IHSG Nyungsep, Purbaya...
IHSG Nyungsep, Purbaya Tuding Rumor Downgrade S&P Jadi Biang Kerok
1 jam yang lalu
Didimax Rayakan Ulang...
Didimax Rayakan Ulang Tahun ke-27, Kepala Bappebti Berikan Apresiasi
1 jam yang lalu
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
1 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved