Perhutani Cetak Laba Rp380 Miliar

Rabu, 04 Maret 2015 - 10:58 WIB
Perhutani Cetak Laba...
Perhutani Cetak Laba Rp380 Miliar
A A A
JAKARTA - Perum Perhutani mencetak laba bersih Rp380 miliar pada 2014 atau naik sekitar 186% dari laba yang diperoleh tahun 2013. Capaian kinerja laba 2014 ini lebih tinggi dari laba tahun 2013 sebesar Rp207 miliar.

Direktur Utama Perum Perhutani Mustoha Iskandar mengatakan, pendapatan Perum Perhutani pada 2014 mencapai Rp4,604 triliun. Dalam lima tahun terakhir rata-rata pertumbuhan pendapatan sebesar 15%,” ujarnya dalam konferensi pers pemaparan pencapaian kinerja Perum Perhutani 2014 di Jakarta kemarin.

Dia menambahkan, dalam lima tahun terakhir pertumbuhan biaya mengalami penurunan, terutama pada 2012. Ini sesuai dengan kebijakan efisiensi dan pengendalian biaya. “Sementara, rata-rata pertumbuhan laba usaha sebesar 26% dan capaian rupiahnya per tahun mengalami peningkatan,” tambahnya.

Menurutnya, salah satu pemicu naiknya laba berasal dari hasil pendapatan kayu yang meningkat 25% menjadi Rp2,15 triliun pada 2014, sementara pada 2013 sebesar Rp1,7 triliun. Meski begitu, volume produksi kayu pada 2014 mengalami penurunan. Pada 2014, kata Mustoha, Perhutani menerapkan strategi market driven (berorientasi pasar). Artinya, lanjutnya, pihaknya tidak akan menebang kayu sembarangan, sebelum pasarnya ada.

“Jadi, harus sesuai dengan kebutuhan pasar. Itu mengakibatkan harga jual naik sangat tajam. Oleh karena itu, terjadi penurunan volume produksi kayu,” paparnya. Dia melanjutkan, perseroan terus meningkatkan pendapatan dari sektor nonkayu. Komposisi pendapatan dari kayu dan nonkayu tahun 2014 sebesar 49%:51%.

Direktur Keuangan Perum Perhutani Morgan Sharif Lumban Batu mengatakan, hal-hal yang memengaruhi keuangan di 2014, salah satunya adalah ditetapkannya Perum Perhutani sebagai Holding BUMN KehutanandenganbergabungnyaPTInhutani I, II, III, IV, dan PT Inhutani V.

Sehingga, kini Perum Perhutani memiliki delapan anak perusahaan, termasuk PT Perhutani Anugerah Kimia (PAK), PT Palawi Risosis, dan PT BUMN Hijau. “Ke depan akan fokus mendorong pertumbuhan dengan menetapkan potensi bisnis turunan, kemudian menjaga pertumbuhan berkelanjutan perbaikan,” katanya.

Oktiani endarwati
(bhr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Dukung Pendidikan Wilayah...
Dukung Pendidikan Wilayah Pesisir, PHE Gelar Pemeriksaan Mata Gratis di Kepulauan Seribu
27 menit yang lalu
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
39 menit yang lalu
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
1 jam yang lalu
Perluas Akses Asuransi,...
Perluas Akses Asuransi, IFG Life Gandeng Bank Papua Lindungi Debitur KPR
1 jam yang lalu
IHSG Ditutup Anjlok...
IHSG Ditutup Anjlok 1,88% ke 6.196, Hampir Seluruh Sektor Merana
1 jam yang lalu
BRI dan Kembara Nusa...
BRI dan Kembara Nusa Sinergi Perluas Layanan Kesehatan Gigi di Wilayah 3T
2 jam yang lalu
Infografis
10 Fitur Range Rover...
10 Fitur Range Rover Autobiography LWB, Mobdin Gubernur Kaltim Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved