Pemerintah Minta Pengusaha Eropa Tambah Investasi

Senin, 09 Maret 2015 - 09:59 WIB
Pemerintah Minta Pengusaha...
Pemerintah Minta Pengusaha Eropa Tambah Investasi
A A A
JAKARTA - Pemerintah meminta perusahaan asal Eropa yang selama ini telah beroperasi di Indonesia untuk menambah investasinya di Tanah Air.

Apalagi, saat ini pemerintah terus memperbaiki dan meningkatkan penyediaan infrastruktur dan penurunan biaya logistik agar produk-produk yang dihasilkan memiliki daya saing.

“Karena itu, pengusaha asal Eropa diharapkan untuk terus menanamkan investasinya di Indonesia karena iklim investasi di Indonesia sekarang ini sudah sangat kondusif,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin seusai melakukan pertemuan dengan delegasi Europe- ASEAN Business Alliance (EABA) di Kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jakarta, akhir pekan lalu.

Dalam pertemuan dengan delegasi EABA hadir beberapa perwakilan dari sektor industri makanan dan minuman, industri semikonduktor, serta industri terkait kesehatan dan energi. Di antaranya Shell, NXP, DSM, Heineken, Friesland Campina, dan Roche Diagnostics. Saat ini pemerintah telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi untuk periode 2014-2019 sebesar 7% sehingga diharapkan bisa menciptakan 2 juta lapangan kerja baru.

“Untuk mencapai target tersebut, Indonesia membutuhkan aktivitas ekonomi di berbagai bidang dan salah satu kuncinya adalah melalui peningkatan penanaman modal domestik dan asing,” kata Saleh. Dia melanjutkan, Kemenperin terus berupaya untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif dan memberikan kepastian hukum agar dunia usaha tetap bergairah dan nyaman melakukaninvestasinya diIndonesia. Menurut Saleh, pemerintah akan terbuka untuk berdialog dengan pihak mana pun yang betul-betul ingin menanamkan modalnya di Indonesia.

“Karena itu, Kemenperin akan sepenuhnya mendukung realisasi penanaman modal perusahaan- perusahaan anggota EABA di bidang industri manufaktur,” ungkapnya. Chairman of Board EABA (Europe-Asean Business Alliance) Sahala Sianipar mengatakan, anggota EABA tertarik berinvestasi di Indonesia setelah mengetahui program pemerintah ke depan.

“Jadi tentunya sudah bukan hal baru lagi karena perusahaan Eropa sudah banyak yang berinvestasi di Indonesia. Selain itu, menurut kami, Indonesia juga mempunyai pertumbuhan yang besar dan menarik untuk lima tahun ke depan,” sebutnya. Dia menambahkan, Indonesia merupakan pasar paling besar dan sangat berpengaruh di kawasan ASEAN.

“Kami senang mendengar penekanan di infrastruktur, apalagi melihat anggaran untuk infrastruktur cukup besar. Penekanan infrastruktur akan sangat membantu bagi investor asing,” katanya. Saat ini, menurut ASEAN Business Outlook Survey 2014, Indonesia masih tetap dianggap sebagai tempat yang paling menarik untuk ekspansi bisnis, diikuti Vietnam, Thailand, dan Myanmar.

Uni Eropa (UE) merupakan investor kedua terbesar di Indonesia. Pada 2014 nilai investasi yang ditanamkan perusahaan UE di Indonesia mencapai USD3,2 miliar atau lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya sebesar USD2,4 miliar.

Oktiani endarwati
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
3 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
3 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
4 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
4 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
5 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved