Rupiah Ambruk, Jokowi Pede Ekonomi Tetap Baik
Kamis, 12 Maret 2015 - 13:05 WIB
Rupiah Ambruk, Jokowi Pede Ekonomi Tetap Baik
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, pemerintah masih tetap optimis menatap perekonomian Tanah Air tetap baik, meskipun saat ini rupiah melemah hingga menembus Rp13.000 per USD.
Jokowi menjelaskan, yang pertama pengalihan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) memberikan ruang fiskal yang baik ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Kedua, membangun infrastruktur yang besar dalam sejarah Rp290 triliun. Itu juga dibaca, pasar ekonomi ke depan didukung infrastruktur. Beberapa tempat sudah dimulai," ujarnya di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (12/3/2015).
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menuturkan, yang ketiga terkait dengan kondisi pasar modal seperti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan pasar obligasi masih baik.
"Artinya, kekhawatiran itu (pelemahan rupiah) saya lihat orang membacanya beda-beda. Masalah intervensi tanyakan ke Gubernur Bank Indonesia (BI), jangan ke kita," jelas Jokowi.
Menurutnya, semua negara mengalami pelamahan terhadap USD. "Coba lihat Malaysia, Thailand, Rusia, berapa persen bandingkan naiknya. Kita perlu waspada, tapi BI saja tenang, saya juga tenang," pungkas Jokowi.
(Baca: Jokowi Sebut Pelemahan Rupiah 1998 Lebih Parah)
Jokowi menjelaskan, yang pertama pengalihan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) memberikan ruang fiskal yang baik ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Kedua, membangun infrastruktur yang besar dalam sejarah Rp290 triliun. Itu juga dibaca, pasar ekonomi ke depan didukung infrastruktur. Beberapa tempat sudah dimulai," ujarnya di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (12/3/2015).
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menuturkan, yang ketiga terkait dengan kondisi pasar modal seperti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan pasar obligasi masih baik.
"Artinya, kekhawatiran itu (pelemahan rupiah) saya lihat orang membacanya beda-beda. Masalah intervensi tanyakan ke Gubernur Bank Indonesia (BI), jangan ke kita," jelas Jokowi.
Menurutnya, semua negara mengalami pelamahan terhadap USD. "Coba lihat Malaysia, Thailand, Rusia, berapa persen bandingkan naiknya. Kita perlu waspada, tapi BI saja tenang, saya juga tenang," pungkas Jokowi.
(Baca: Jokowi Sebut Pelemahan Rupiah 1998 Lebih Parah)
(izz)