Rupiah Melemah, Pasar Modal Melanjutkan Tren Positif
Jum'at, 13 Maret 2015 - 03:34 WIB
Rupiah Melemah, Pasar Modal Melanjutkan Tren Positif
A
A
A
JAKARTA - Di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD), sektor pasar modal domestik pada Februari 2015, justru melanjutkan tren positif.
“Hal ini terlihat dari peningkatan IHSG (indeks harga saham gabungan) dan penurunan imbal hasil surat berharga negara (SBN), yang disertai net buy investor non-resident di pasar saham maupun SBN,” ujar Anggota Dewan Komisioner dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida, Kamis (12/3/2015)
Dia mengatakan, ada beberapa faktor yang melatarbelakangi penguatan pasar saham dan surat utang domestik. Antara lain pengaruh sentimen global, yang meliputi normalisasi kebijakan Fed (bank sentral AS) yang belum akan dilaksanakan dalam waktu dekat, kesepakatan bailout Yunani, dan quantitative easing zona euro, serta mambaiknya data ekonomi domestik (seperti inflasi, neraca perdagangan dan transaksi berjalan).
“Sementara di pasar saham, rata-rata bid-ask sperad (perbedaan harga beli dan jual pada waktu tertentu) pada bulan Februari 2015 menyempit dibandingkan rata-rata bulan sebelumnya, ditopang oleh peningkatan rata-rata harian nilai transaksi perdagangan saham,” jelasnya.
“Hal ini terlihat dari peningkatan IHSG (indeks harga saham gabungan) dan penurunan imbal hasil surat berharga negara (SBN), yang disertai net buy investor non-resident di pasar saham maupun SBN,” ujar Anggota Dewan Komisioner dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida, Kamis (12/3/2015)
Dia mengatakan, ada beberapa faktor yang melatarbelakangi penguatan pasar saham dan surat utang domestik. Antara lain pengaruh sentimen global, yang meliputi normalisasi kebijakan Fed (bank sentral AS) yang belum akan dilaksanakan dalam waktu dekat, kesepakatan bailout Yunani, dan quantitative easing zona euro, serta mambaiknya data ekonomi domestik (seperti inflasi, neraca perdagangan dan transaksi berjalan).
“Sementara di pasar saham, rata-rata bid-ask sperad (perbedaan harga beli dan jual pada waktu tertentu) pada bulan Februari 2015 menyempit dibandingkan rata-rata bulan sebelumnya, ditopang oleh peningkatan rata-rata harian nilai transaksi perdagangan saham,” jelasnya.
(dmd)
Lihat Juga :