HT: Pemerintah Harus Segera Atasi Pelemahan Rupiah
Jum'at, 13 Maret 2015 - 11:08 WIB
HT: Pemerintah Harus Segera Atasi Pelemahan Rupiah
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) menyatakan bahwa pemerintah harus segera melakukan tindakan tepat untuk mengatasi kian terpuruknya posisi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD).
"Harus ada tindakan yang tepat dan cepat untuk mengatasi pelemahan rupiah," kata dia, Jumat (13/3/2015).
Dia menuturkan, tindakan tersebut mendesak dilakukan demi mengembalikan kepercayan pasar. Pasalnya, makin melemahnya mata uang Garuda terhadap USD hingga sempat menyentuh level Rp13.200/USD menyebabkan investor dan pasar menjadi ragu.
HT menuturkan bahwa anjloknya mata uang domestik makin memukul sejumlah industri di dalam negeri yang selama ini masih bergantung pada bahan baku impor.
Hal itu akan mengerek biaya produksi, yang pada akhirnya memaksa pelaku industri menaikkan harga jualnya ke masyarakat, sehingga akan makin membebani rakyat.
"Indonesia banyak impor bahan pokok dan melemahnya rupiah membuat kualitas hidup rakyat kurang mampu makin berat," tandas HT.
Sekadar informasi, rupiah pagi ini kembali dibuka terkoreksi. Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.191/USD. Posisi ini melemah 15 poin dibanding posisi penutupan hari sebelumnya di level Rp13.176/USD.
Sementara berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan bahwa rupiah pada level Rp13.209/USD. Posisi itu terdepresiasi 36 poin dibanding hari sebelumnya di level Rp13.173/USD.
"Harus ada tindakan yang tepat dan cepat untuk mengatasi pelemahan rupiah," kata dia, Jumat (13/3/2015).
Dia menuturkan, tindakan tersebut mendesak dilakukan demi mengembalikan kepercayan pasar. Pasalnya, makin melemahnya mata uang Garuda terhadap USD hingga sempat menyentuh level Rp13.200/USD menyebabkan investor dan pasar menjadi ragu.
HT menuturkan bahwa anjloknya mata uang domestik makin memukul sejumlah industri di dalam negeri yang selama ini masih bergantung pada bahan baku impor.
Hal itu akan mengerek biaya produksi, yang pada akhirnya memaksa pelaku industri menaikkan harga jualnya ke masyarakat, sehingga akan makin membebani rakyat.
"Indonesia banyak impor bahan pokok dan melemahnya rupiah membuat kualitas hidup rakyat kurang mampu makin berat," tandas HT.
Sekadar informasi, rupiah pagi ini kembali dibuka terkoreksi. Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.191/USD. Posisi ini melemah 15 poin dibanding posisi penutupan hari sebelumnya di level Rp13.176/USD.
Sementara berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan bahwa rupiah pada level Rp13.209/USD. Posisi itu terdepresiasi 36 poin dibanding hari sebelumnya di level Rp13.173/USD.
(rna)