Tujuh Kebijakan BI Terkait Rupiah
Jum'at, 13 Maret 2015 - 13:20 WIB
Tujuh Kebijakan BI Terkait Rupiah
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memiliki tujuh kebijakan terkait pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. (Baca: Rupiah Makin Melempem)
Gubernur BI Agus Martowardojo mengungkapkan, kebijakan pertama, Bank Indonesia akan fokus menjaga stabilisasi makro ekonomi. Di mana posisi Indonesia secara moneter cautious dan bias ketat.
"Asumsi makro yang kita inginkan inflasi sampai tahun depan 4%. Kita cukup percaya angka 4% dicapai tahun ini dan lebih baik," ujarnya di Gedung Kementerian Perekonomian, Jakarta, Jumat (13/3/2015).
Kedua, BI punya kebijakan mengarahkan current account defisit (CAD) lebih sehat. Berada pada angka 2,5-3% dalam 2 tahun ini, dalam 3 tahun terakhir CAD dalam kondisi yang tinggi.
Ketiga, BI punya arah kebijakan stabilitas nilai tukar dengan cadangan devisa yang sehat. Agus ingin secara umum ada keseimbangan.
Keempat, BI mengeluarkan satu peraturan kelola ULN dan sekarang diterapkan. Menjaga ULN Tanah Air dikelola dengan lebih waspada. Dia akan mendorong pengelolaan utang luar negeri (ULN) yang sehat.
Kelima, BI akan mendorong upaya pendalaman pasar uang dan kegiatan pasar uang. Serta fasilitas lindung nilai, karena terkait ULN perusahaan. Kemudian akan menata agar tidak ada risiko ULN dan likuiditas.
Keenam, BI akan mendorong agar perbankan menyiapkan fasilitas lindungi nilai (hedging). Ketujuh, BI mendorong penggunaan transaksi rupiah di dalam negeri. "Itu tujuh arah kebijakan BI," tandas Agus.
Gubernur BI Agus Martowardojo mengungkapkan, kebijakan pertama, Bank Indonesia akan fokus menjaga stabilisasi makro ekonomi. Di mana posisi Indonesia secara moneter cautious dan bias ketat.
"Asumsi makro yang kita inginkan inflasi sampai tahun depan 4%. Kita cukup percaya angka 4% dicapai tahun ini dan lebih baik," ujarnya di Gedung Kementerian Perekonomian, Jakarta, Jumat (13/3/2015).
Kedua, BI punya kebijakan mengarahkan current account defisit (CAD) lebih sehat. Berada pada angka 2,5-3% dalam 2 tahun ini, dalam 3 tahun terakhir CAD dalam kondisi yang tinggi.
Ketiga, BI punya arah kebijakan stabilitas nilai tukar dengan cadangan devisa yang sehat. Agus ingin secara umum ada keseimbangan.
Keempat, BI mengeluarkan satu peraturan kelola ULN dan sekarang diterapkan. Menjaga ULN Tanah Air dikelola dengan lebih waspada. Dia akan mendorong pengelolaan utang luar negeri (ULN) yang sehat.
Kelima, BI akan mendorong upaya pendalaman pasar uang dan kegiatan pasar uang. Serta fasilitas lindung nilai, karena terkait ULN perusahaan. Kemudian akan menata agar tidak ada risiko ULN dan likuiditas.
Keenam, BI akan mendorong agar perbankan menyiapkan fasilitas lindungi nilai (hedging). Ketujuh, BI mendorong penggunaan transaksi rupiah di dalam negeri. "Itu tujuh arah kebijakan BI," tandas Agus.
(dmd)
Lihat Juga :