Agus Marto Tegaskan Jangan Bikin Panik Soal Rupiah
Jum'at, 13 Maret 2015 - 13:27 WIB
Agus Marto Tegaskan Jangan Bikin Panik Soal Rupiah
A
A
A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menegaskan, tidak perlu membuat kondisi menjadi panik atas melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) beberapa hari terakhir ini.
"Jangan buat kondisi menjadi panik karena ada penguatan USD. Dengan sendirinya rupiah tertekan seperti mata uang lain," ujarnya usai rapat koordinasi di Gedung Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Jumat (13/3/2015).
Pergerakan rupiah yang menembus di atas Rp13.000/USD, Agus menjelaskan bahwa pemerintah akan fokus pada meneka Current Account Defisit (CAD). termasuk melakukan koordinasi antar kementerian yang hari ini.
"Mendengar koordinasi yang dilakukan, mengumumkan langkah pemerintah. Yang saya tangkap CAD bisa terkendali defisitnya. Lalu wujudkan stimulus fiskal dan realisasi APBN dengan baik," jelas Agus.
Di sisi lain, cadangan devisa masih dalam posisi yang mencukupi. Dia menyampaikan tidak perlu khawatir dengan pelemahan rupiah. Pada kondisi moneter, rupiah yang di tempatkan pihaknya di perbankan Indonesia lebih dari Rp350 triliun. "Cadangan devisa jumlahanya USD115 miliar yang untuk akhir tahun lalu. Maret ini belum tahu," pungkasnya.
"Jangan buat kondisi menjadi panik karena ada penguatan USD. Dengan sendirinya rupiah tertekan seperti mata uang lain," ujarnya usai rapat koordinasi di Gedung Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Jumat (13/3/2015).
Pergerakan rupiah yang menembus di atas Rp13.000/USD, Agus menjelaskan bahwa pemerintah akan fokus pada meneka Current Account Defisit (CAD). termasuk melakukan koordinasi antar kementerian yang hari ini.
"Mendengar koordinasi yang dilakukan, mengumumkan langkah pemerintah. Yang saya tangkap CAD bisa terkendali defisitnya. Lalu wujudkan stimulus fiskal dan realisasi APBN dengan baik," jelas Agus.
Di sisi lain, cadangan devisa masih dalam posisi yang mencukupi. Dia menyampaikan tidak perlu khawatir dengan pelemahan rupiah. Pada kondisi moneter, rupiah yang di tempatkan pihaknya di perbankan Indonesia lebih dari Rp350 triliun. "Cadangan devisa jumlahanya USD115 miliar yang untuk akhir tahun lalu. Maret ini belum tahu," pungkasnya.
(izz)