Bank Kecil Paling Rentan Terimbas Depresiasi Rupiah

Jum'at, 13 Maret 2015 - 20:31 WIB
Bank Kecil Paling Rentan...
Bank Kecil Paling Rentan Terimbas Depresiasi Rupiah
A A A
JAKARTA - Rupiah yang terus mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (USD) diperkirakan merugikan perbankan, terutama bank kecil. Untuk mengatasi masalah tersebut pemerintah diminta memberikan solusi jangka pendek.

Pengamat ekonomi, Lana Soelistianingsih mengatakan, bank kecil lebih rentan terkena dampak depresiasi dibandingkan bank besar. Hal ini disebabkan kredit bank kecil agresif disalurkan ke bidang eksportir atau yang memiliki konten impor tinggi. (Baca: Kumpulan Berita tentang Rupiah)

"Bank buku 1 dan 2 bisa bertahan karena berikan kredit ke perusahaan berisiko terhadap rupiah. Permasalahan bank harus diwaspadai karena sifatnya sistemik," ujar Lana, Jumat (13/3/2015)

Dia meminta, otoritas seperti OJK memonitor kondisi semua bank. Walaupun nilai kredit macet atau NPL (nonperforming loans) itu terukur, tapi harus sangat diwaspadai. Khususnya mengenai pinjaman ke bank lain atau posisinya di pasar uang antar bank.

"Dana pihak ketiga atau DPK bank kecil itu tidak ada sehingga mereka pinjam ke bank besar. Bank besar berpotensi terpengaruh kalau terjadi gagal bayar. OJK pasti tahu bank mana yang memberikan pinjaman," jelasnya.

Lana mengingatkan pemerintah harus memiliki solusi jangka pendek untuk mencegah tekanan dari dalam negeri karena spekulasi. Kalau ada kebutuhan USD karena mau bayar utang atau untuk impor harus ada underlying.

"Namun juga ada kemungkinan yang tidak memiliki underlying dalam kegiatan pasar valas di perbankan. Ini yang juga harus diawasi oleh OJK di sektor perbankan. Lalu berikan saran ke pemerintah," ujarnya.

Dia menilai, delapan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah hanya untuk jangka menengah. Sementara jangka pendek seharusnya mengawasi transaksi yang mencurigakan. (Baca: Paket Kebijakan Jokowi)

"Dulu BI menjaga satu satu bank seperti itu. Pemerintah juga harus pastikan perusahaan lakukan hedging (lindung nilai). Harus dibantu pemerintah, seperti Kemenkeu. Jangan sampai permintaan dollar bertambah," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Terus Tergerus,...
Rupiah Terus Tergerus, OJK Sebut Industri Perbankan RI Masih Memadai Hadapi Ancaman
Jelang Lebaran, BI Perluas...
Jelang Lebaran, BI Perluas Penukaran Uang di Perbankan
Dukung Pemulihan Ekonomi,...
Dukung Pemulihan Ekonomi, LPS Turunkan Tingkat Bunga Perbankan
OJK Beberkan Ketahanan...
OJK Beberkan Ketahanan Perbankan di Tengah Guncangan Geopolitik Global
Hati-Hati, Nasabah Perbankan...
Hati-Hati, Nasabah Perbankan Rentan jadi Korban Kejahatan Social Engineering
Gubernur BI Minta Perbankan...
Gubernur BI Minta Perbankan Tingkatkan Pembelian SBN
Berita Terkini
MNC Sekuritas Perluas...
MNC Sekuritas Perluas Jangkauan Literasi ke Kendari melalui Edukasi Cerdas Investasi Digital
2 menit yang lalu
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Meroket 4,12% Tembus Level 6.254
30 menit yang lalu
Rupiah Tampil Perkasa...
Rupiah Tampil Perkasa di Awal Pekan, Hari Ini Sentuh Rp17.708 per Dolar AS
38 menit yang lalu
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Modus Penipuan Berkedok Investasi Pasar Modal
1 jam yang lalu
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
2 jam yang lalu
Brantas Abipraya Kebut...
Brantas Abipraya Kebut Penyelesaian Akhir Sekolah Rakyat Jabar II, DPR Optimistis Segera Operasional
2 jam yang lalu
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved