Pemerintah Dorong Defisit Transaksi Berjalan di Bawah 3%

Selasa, 17 Maret 2015 - 08:40 WIB
Pemerintah Dorong Defisit...
Pemerintah Dorong Defisit Transaksi Berjalan di Bawah 3%
A A A
JAKARTA - Pemerintah tadi malam akhirnya meresmikan dan merilis paket kebijakan ekonomi dalam rangka memperbaiki posisi defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) Indonesia.

Atas dasar itu, pemerintah mendorong defisit transaksi berjalan tersebut di bawah 3%.

"Jadi kecenderungannya kan CAD akan 3% tahun ini. Nah, kita akan dorong di bawah 3%," kata Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/3/2015).

Dia menuturkan, saat ini kondisi neraca impor Indonesia tidak terlampau tinggi sebab harga baja sedang turun.

"Ya sebetulnya kan tidak tinggi-tinggi amat karena harga baja juga turun banget meski impor," imbuh dia.

Karena itu, sambung mantan Wakil Menteri Keuangan ini, pemerintah akan berupaya menurunkan defisit transaksi berjalan hingga di bawah 3% pada tahun ini.

"Tapi artinya kita akan upayakan untuk turun di bawah 3%. Jadi ini (paket kebijakan) adalah bagian dari kebijakan untuk menurunkan CAD di bawah 3%," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah akhirnya menyelesaikan serangkaian kajian untuk mengeluarkan paket kebijakan ekonomi guna memperbaiki defisit transaksi berjalan (CAD).

Beberapa kebijakan tersebut akhirnya telah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan akan mulai berlaku awal April 2015 atau setelah 30 hari pasca ditandatangani.

Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengungkapkan, kebijakan yang dikeluarkan ini merupakan lanjutan dari reformasi struktural yang telah dilakukan pemerintahan Jokowi, seperti reformasi subsidi BBM, program PTSP hingga pengendalian inflasi.

"Sekarang ini untuk reform lebih lanjut pemerintah mengeluarkan inisiatif memberikan banyak insetif kepada pelaku pasar," ucapnya.

Dia menyebutkan, insentif pertama yang diberikan berupa tax allowance untuk perusahaan yang menginvestasikan dividennya di Indonesia, menciptakan lapangan kerja yang besar serta perusahaan yang berorientasi ekspor.

"Kemudian setelah itu juga pemerintah berlakukan insentif PPn untuk industri galangan kapal," ujarnya.

Kedua, kebijakan tentang bea masuk antidumping sementara dan bea masuk tindak pengamanan sementara terhadap produk impor yang unfair trade untuk melindungi indistri dalam negeri.

Ketiga, pemerintah memberikan bebas visa kunjungan singkat kepada wisatawan. Diputuskan, sebanyak 30 negara baru akan dibebaskan visanya untuk melancong ke Indonesia.

"Maka setelah Perpres jalan yang diperkirakan bulan depan maka akan menjadi 45 negara ke Indonesia untuk turis tanpa visa," ucapnya.

Keempat, kewajiban penggunaan biofuel hingga 15% untuk BBM. Hal ini diklaim mampu mengurangi impor solar yang cukup besar. Kelima, penerapan letter of credit (L/C) untuk produk sumber daya alam (SDA), seperti produk tambang, batu bara, migas, dan CPO.

"Intinya kita ciptakan agar tidak ada distorsi. Jadi jangan khawatir kontrak longterm karena L/C terus diputus kontraknya dan harga turun, itu tidak akan terjadi. Kalau bisa dibuktikan sebagai kontrak longterm maka akan diberikan pengecualian," tutur Sofyan.

Keenam, pemerintah juga memutuskan untuk merestrukturisasi perusahaan reasuransi domestik.

"Kita sudah mulai dengan perkenalan reasuransi BUMN. Jadi dari dua perusahaan menjadi satu perusahaan nasional," pungkasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
4 jam yang lalu
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
4 jam yang lalu
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
5 jam yang lalu
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
5 jam yang lalu
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
5 jam yang lalu
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
6 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved