Kebijakan DHE Harus Miliki Persyaratan Longgar

Rabu, 18 Maret 2015 - 04:42 WIB
Kebijakan DHE Harus...
Kebijakan DHE Harus Miliki Persyaratan Longgar
A A A
JAKARTA - Direktur Riset Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal mengemukakan insentif pajak bagi perusahaan Indonesia yang produknya minimal 30% untuk pasar ekspor harus memiliki persyaratan longgar. Langkah ini bisa mempromosikan perusahaan-perusahaan dalam kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE), sehingga mendorong ekspor nasional.

"Jadi persyaratannya harus diperlonggar. Jadi kalau misalkan ada minimum aset atau modal, nah itukan artinya dia membatasi perusahaan menengah kecil untuk mendapatkan insentif tersebut," ujarnya, Selasa (17/3/2015).

Faisal menuturkan, sebetulnya perusahaan kelas menengah ke bawah bisa membantu kecepatan ekspor. Jadi, perusahaan-perusahaan seperti itu sangat prospektif. Jika ada persyaratan yang mengharuskan hanya untuk perusahaan besar, secara otomatis perusahaan menengah ke bawah tidak dapat insentif.

Dia melanjutkan, jika ada ketidakpatuhan eksportir terhadap DHE seperti menaruh devisa hasil ekspornya di luar bank dalam negeri, bisa diberikan disinsentif atau sanksi. Namun, disinsentif itu harus betul takarannya, jangan sampai investasi yang cukup menjanjikan tidak jadi menanamkan modalnya di Indonesia terutama yang berorientasi ekspor. (Baca: Devisa Hasil Ekspor Butuh Kekuatan Hukum)

"Ini kan sebenarnya dampak kebijakan dimana pasti ada positif dan negatif, tapi itu harus dikaji dengan betul oleh pemerintah. Kalau itu memang prakteknya banyak ya artinya harus dikasih disinsetif tapi harus betul takarannya," terangnya.

Artinya, lanjut dia, jangan sampai terlalu berlebihan untuk memberikan disinsentif sehingga membuat orang tidak mau berusaha atau berinvestasi lagi di Indonesia. Kebijakan itu juga harus ada sinergi antara Bank Indonesia dan pemerintah agar lebih efektif dalam jangka pendek.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Peningkatan Cadev Dipengaruhi...
Peningkatan Cadev Dipengaruhi Dua Faktor, Trennya Bakal Berlanjut
Ekonom Sebut Cadangan...
Ekonom Sebut Cadangan Devisa RI Masih Aman Meski Menurun
Cadev Naik Saat Ekspor...
Cadev Naik Saat Ekspor dan Devisa Pariwisata Anjlok Sinyal Abnormal, Apa Jawabannya
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia Akhir September Turun Jadi 130,8 Miliar Dolar AS
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia Naik Jadi USD137,1 Miliar
Cadangan Devisa Akhir...
Cadangan Devisa Akhir September 2021 Meningkat Jadi Rp2.092 Triliun
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
3 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
3 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
3 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
4 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
5 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
5 jam yang lalu
Infografis
Cilia Flores, Istri...
Cilia Flores, Istri Maduro yang Disebut Otak di Balik Kebijakan Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved