Tak Didukung Sentimen Positif, IHSG Berpotensi Koreksi
Rabu, 18 Maret 2015 - 08:22 WIB
Tak Didukung Sentimen Positif, IHSG Berpotensi Koreksi
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan berpotensi terkoreksi jika tidak didukung sentimen positif lantaran masih tingginya tekanan jual pelaku pasar.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola spinning di area middle bollinger band (MBB). MACD tertahan penurunannya dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R mencoba kembali naik.
"Potensi penguatan IHSG kembali tertahan dengan masih adanya aksi jual pelaku pasar, sehingga dapat memunculkan peluang pembalikan arah melemah jika tidak didukung oleh sentimen positif," ujarnya di Jakarta, Rabu (18/3/2015).
Kendati demikian, dia berharap, penguatan dapat berlanjut dan tetap cermati arah pasar serta sentimen yang ada. Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 5.420-5.427 dan resisten 5.450-5.478.
Laju IHSG kemarin sempat melampaui area target resisten 5.445-5.456 dan mampu bertahan di atas area target support 5.395-5.405.
Kemarin, IHSG di akhir sesi dapat menapak di zona hijau. Penguatan ini sejalan dengan sejumlah sentimen positif, di mana laju BI rate masih dipertahankan di level 7,5%, terapresiasinya rupiah hingga ekspektasi penilaian akan membaiknya perekonomian Indonesia oleh BI.
"Akan tetapi, penguatan tersebut tertahan dengan transaksi asing yang masih mencatatkan net sell," ujarnya.
Maraknya sentimen tersebut terlihat tidak serta merta membuat laju IHSG menguat signifikan dan tidak banyak saham-saham big caps yang mengalami kenaikan, sehingga kurang mendorong penguatan IHSG.
Investor asing kembali melakukan nett sell dari net sell Rp765,06 miliar menjadi net sell Rp682,98 miliar.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola spinning di area middle bollinger band (MBB). MACD tertahan penurunannya dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R mencoba kembali naik.
"Potensi penguatan IHSG kembali tertahan dengan masih adanya aksi jual pelaku pasar, sehingga dapat memunculkan peluang pembalikan arah melemah jika tidak didukung oleh sentimen positif," ujarnya di Jakarta, Rabu (18/3/2015).
Kendati demikian, dia berharap, penguatan dapat berlanjut dan tetap cermati arah pasar serta sentimen yang ada. Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 5.420-5.427 dan resisten 5.450-5.478.
Laju IHSG kemarin sempat melampaui area target resisten 5.445-5.456 dan mampu bertahan di atas area target support 5.395-5.405.
Kemarin, IHSG di akhir sesi dapat menapak di zona hijau. Penguatan ini sejalan dengan sejumlah sentimen positif, di mana laju BI rate masih dipertahankan di level 7,5%, terapresiasinya rupiah hingga ekspektasi penilaian akan membaiknya perekonomian Indonesia oleh BI.
"Akan tetapi, penguatan tersebut tertahan dengan transaksi asing yang masih mencatatkan net sell," ujarnya.
Maraknya sentimen tersebut terlihat tidak serta merta membuat laju IHSG menguat signifikan dan tidak banyak saham-saham big caps yang mengalami kenaikan, sehingga kurang mendorong penguatan IHSG.
Investor asing kembali melakukan nett sell dari net sell Rp765,06 miliar menjadi net sell Rp682,98 miliar.
(rna)
Lihat Juga :