Hadapi MEA, BUMN Perlu Didorong IPO

Rabu, 18 Maret 2015 - 11:32 WIB
Hadapi MEA, BUMN Perlu...
Hadapi MEA, BUMN Perlu Didorong IPO
A A A
JAKARTA - Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Ismed Hasan Putro berpendapat bahwa badan usaha milik negara (BUMN) perlu didorong untuk melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) agar mampu menghadapi persaingan dalam Masyarakat Eknomi ASEAN (MEA) 2015.

Melalui IPO, menurut dia, BUMN akan lebih akuntabel dalam pengelolaan keuangan. Selain itu, manjemen akan lebih hati-hati dalam menjalankan perusahaan karena tidak lagi hanya bertanggung jawab kepada pemerintah tetapi juga kepada publik.

Selain itu, tata kelola BUMN yang lebih baik diharapkan juga dapat terwujud setelah IPO.

"IPO menuntut BUMN melakukan pelaporan keuangan kepada publik secara berkala. Pengawasan publik akan lebih ketat, sehingga tata kelolanya menjadi lebih terbuka," kata dia dalam rilisnya, Rabu (18/3/2015).

Dengan begitu, direksi dan jajarannya akan lebih profesional karena bertanggung jawab kepada pemegang saham publik, di luar pemerintah. Ismed menambahkan, hal itu sedikit demi sedikit dapat mengikis politisasi yang selama ini kental diisukan di tubuh BUMN.

Setelah IPO, intervensi yang berpotensi merugikan perusahaan efeknya akan langsung terasa di lantai bursa, sehingga manajemen akan lebih selektif dalam mengelola perusahaan.

Menurut dia, faktor politisasi ini sangat penting karena selama ini BUMN kerap dituntut terus melakukan transformasi, namun ternyata transformasi internal tidak cukup. Bagi entitas bisnis BUMN, transformasi politik juga vital karena terkait regulasi.

“Inovasi BUMN terkadang benturannya bukan dengan internal tetapi dengan situasi politik. Jika BUMN tidak bersih dari kepentingan politik, bagaimana bisa fokus?” katanya.

Namun demikian, Ismed mengatakan, tidak harus seluruh BUMN didorong untuk IPO. Menurut dia, khusus BUMN yang bergerak dalam sektor pelayanan publik, seperti PT KAI, PLN, Sang Hyang Seri tidak perlu IPO. Sedangkan, BUMN perkebunan seperti PTPN dan RNI harus IPO.

"Dalam waktu dekat RNI tengah mendorong anak usaha, yakni PT Phapros agar bisa IPO," tutur dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Srikandi BUMN Hadirkan...
Srikandi BUMN Hadirkan Lingkungan Kerja yang Inklusif
Kekecewaan Jokowi pada...
Kekecewaan Jokowi pada Sejumlah BUMN Sakit, Direspons DPP Pekat IB dengan Aduan ke KPK
Diskusi Mencari Sosok...
Diskusi Mencari Sosok yang Tepat Membangkitkan BUMN
Garuda Indonesia Raih...
Garuda Indonesia Raih Lima Penghargaan Terbaik Pada Ajang BUMN Branding and Marketing Award 2020
BUMN Dipangkas Jadi...
BUMN Dipangkas Jadi 30, Ini Perusahaan yang Bakal Dimerger
Erick Thohir Bakal Tutup...
Erick Thohir Bakal Tutup 7 Perusahaan BUMN yang Tak Beroperasi
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
21 menit yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
1 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
1 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
2 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
3 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
3 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved