Pelaku UKM Harus Melek Asuransi

Kamis, 19 Maret 2015 - 12:26 WIB
Pelaku UKM Harus Melek...
Pelaku UKM Harus Melek Asuransi
A A A
JAKARTA - Pelaku usaha kecil menengah (UKM) diharuskan melek akan kebutuhan asuransi. Tingkat penetrasi asuransi pada UKM terbilang masih rendah dan banyak produk yang tidak disesuaikan terhadap kebutuhan segmen UKM yang terus berkembang.

Padahal, UKM di Indonesia telah menjadi penggerak roda pertumbuhan ekonomi. Riset menunjukkan bahwa UKM yang berjumlah hanya sekitar 1,2% dari jumlah perusahaan yang ada di Indonesia ternyata mampu menyerap tenaga kerja sekitar 7% dari total tenaga kerja dan Indonesia.

Menurut Direktur UKM Center Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI Eugenia Mardanugraha, UKM memiliki pertumbuhan tertinggi dibandingkan usaha lain. ”Jika dilihat dari sumbangan ke product domestic bruto (PDB), UKM berkontribusi lebih dari 60% of PDB, sementara usaha besar hanya sekitar 39%,” kata Eugenia saat konferensi pers peluncuran produk Zurich Buseiness Guard di Jakarta kemarin.

Di sisi lain, ungkap dia, UKM juga menghadapi tantangan dan risiko besar di mana pengelolaan risiko nonbisnis pada UKM ini belum ada. Sektor ini belum banyak mendapatkan perhatian khusus baik dari pemerintah maupun kalangan industri asuransi.

Dengan begitu, lanjut Eugenia, ini menjadi tantangan bagi para pelakuindustriasuransi untuk mendorong upaya peningkatan usaha mulai dari usaha mikro ke usaha kecil, kemudian usahakecilkemenengah, danmeningkatkan ke usaha besar agar dapat menopang peningkatan kesejahteraan serta pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dia melanjutkan, dengan kondisi persaingan yang makin lama makin ketat dan banyak tantangan yang dihadapi oleh UKM, tidak mengherankan bahwa UKM seringkali mengabaikan perlindungan terhadap risiko- risiko yang dapat diasuransikan. ”Menurut saya, perlindungan asuransi dapat menjadi jawaban yang ideal bagi pengelolaan risiko nonbisnis,” katanya.

Tentu ini memerlukan dukungan dari para perusahaan asuransi untuk menyediakan produk-produk yang dapat menjawab kebutuhan UKM tanpa melupakan proses sosialisasi dan edukasi akan pentingnya asuransi. Karena itu, untuk menjawab tantangan ini, PT Zurich Insurance Indonesia meluncurkan produk baru bagi pelaku UKM yang bernama Zurich Business Guard.

Head of Small Business Segment Zurich Insurance The Kim Tjiang mengungkapkan, produk baru ini dapat memberikan solusi perlindungan dalam format yang sederhana dengan premi terjangkau dengan menghadirkan sejumlah pilihan bagi konsumen. President Director & CEO of PT Zurich Insurance Indonesia Brian J Berry melanjutkan,

peluncuran produk ini dapat menambah varian produk yang ditawarkan oleh Zurich Indonesia untuk membantu konsumen dalam memenuhi kebutuhan para pemilik UKM akan perlindungan asuransi. ”Kami tahu pasti ada risiko usaha. Untuk itu, seiring dengan itu, asuransi dapat memicu untuk memitigasi risiko sehingga kami membantu untuk memahami agar dapat membantu meminimalkan risiko itu terutama di bidang UKM,” imbuh dia.

Kunthi fahmar sandy
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Pahami Prosedur Pemisahan...
Pahami Prosedur Pemisahan dah Pecah Sertifikat Tanah, Berikut Syaratnya
10 menit yang lalu
Potongan Aplikator 8%...
Potongan Aplikator 8% Hanya untuk Ojol Bukan Taksi Online, Begini Kata Menhub
46 menit yang lalu
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
1 jam yang lalu
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
2 jam yang lalu
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
4 jam yang lalu
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
13 jam yang lalu
Infografis
Rusia Harus Siap Bentrokan...
Rusia Harus Siap Bentrokan Langsung dengan NATO 10 Tahun Lagi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved