Jika Aksi Beli Berlanjut, IHSG Berpeluang Reli
Jum'at, 20 Maret 2015 - 08:08 WIB
Jika Aksi Beli Berlanjut, IHSG Berpeluang Reli
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan memiliki peluang untuk mengalami kenaikan lanjutan (reli) jika aksi beli berlanjut.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola shooting star mendekati area middle bollinger band (MBB). MACD mencoba bertahan dari tren turun dengan histogram negatif yang lebih pendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R mencoba kembali naik.
"Jika aksi beli masih berlanjut dan sentimen global masih ada yang cukup positif maka laju IHSG masih berpotensi mengalami kenaikan, namun antisipasi bila terjadi pembalikan arah," ujarnya di Jakarta, Jumat (20/3/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 5.432-5.440 dan resisten 5.462-5.468. Laju IHSG kemarin mampu melampaui area target resisten 5.427-5.437 dan berada di atas area target support 5.400-5.407.
Kemarin, sentimen dari turunnya claimant count change Inggris dan masih positifnya balance of trade serta kenaikan construction output Uni Eropa serta dibarengi dengan sentimen dari The Fed yang kembali memberikan sinyalemen belum akan menaikan suku bunganya membantu penguatan laju IHSG.
Namun, pasca pernyataan The Fed yang dinilai masih dovish, sehingga berimbas pada laju IHSG yang mampu melampaui estimasi sebelumnya. Di sisi lain, penguatan beberapa bursa saham Asia yang dibarengi dengan kembali menguatnya laju rupiah.
Dana kembalinya aksi beli asing mampu membantu penguatan IHSG. Investor asing kembali melakukan nett sell dari net sell Rp405,52 miliar menjadi net buy Rp490,10 miliar.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola shooting star mendekati area middle bollinger band (MBB). MACD mencoba bertahan dari tren turun dengan histogram negatif yang lebih pendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R mencoba kembali naik.
"Jika aksi beli masih berlanjut dan sentimen global masih ada yang cukup positif maka laju IHSG masih berpotensi mengalami kenaikan, namun antisipasi bila terjadi pembalikan arah," ujarnya di Jakarta, Jumat (20/3/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 5.432-5.440 dan resisten 5.462-5.468. Laju IHSG kemarin mampu melampaui area target resisten 5.427-5.437 dan berada di atas area target support 5.400-5.407.
Kemarin, sentimen dari turunnya claimant count change Inggris dan masih positifnya balance of trade serta kenaikan construction output Uni Eropa serta dibarengi dengan sentimen dari The Fed yang kembali memberikan sinyalemen belum akan menaikan suku bunganya membantu penguatan laju IHSG.
Namun, pasca pernyataan The Fed yang dinilai masih dovish, sehingga berimbas pada laju IHSG yang mampu melampaui estimasi sebelumnya. Di sisi lain, penguatan beberapa bursa saham Asia yang dibarengi dengan kembali menguatnya laju rupiah.
Dana kembalinya aksi beli asing mampu membantu penguatan IHSG. Investor asing kembali melakukan nett sell dari net sell Rp405,52 miliar menjadi net buy Rp490,10 miliar.
(rna)
Lihat Juga :