USD Menguat, Reli Rupiah Terhenti di Akhir Pekan
Jum'at, 20 Maret 2015 - 16:46 WIB
USD Menguat, Reli Rupiah Terhenti di Akhir Pekan
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini mengakhiri reli di tengah menguatnya USD. Pelemahan ini seiring terkoreksinya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan bahwa rupiah hari ini ditutup pada level Rp13.150/USD. Posisi itu terdepresiasi 75 poin dibanding hari sebelumnya di level Rp13.075/USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp13.135/USD, dengan kisaran harian Rp13.060-Rp13.150/USD. Posisi tersebut memburuk 15 poin dibanding hari sebelumnya di Rp13.020/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada hari ini pada level Rp13.124/USD. Posisi tersebut terkoreksi 67 poin dibanding posisi penutupan Kamis (19/3/2015) di level Rp13.057/USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp13.066/USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp13.041/USD dan terlemah pada level Rp13.140/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.075/USD. Posisi ini melemah 67 poin dibanding posisi penutupan hari sebelumnya di level Rp13.008/USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, meningkatnya tekanan USD yang tercermin dari eskalasi USD indeks menggambarkan bertambahnya keperkasaan mata uang negara Paman Sam tersebut atas mata uang lainnya, termasuk rupiah.
"Nilai tukar rupiah di pasar off shore tercatat meningkat dan menghadang pergerakan rupiah di dalam negeri," kata dia, Jumat (20/3/2015).
Sementara IHSG hari ini berakhir di zona merah ditekan meningkatnya aksi jual investor asing. IHSG turun 10,79 poin atau 0,20% ke level 5.443,06.
(Baca: Rupiah Siang Ini Makin Terdepresiasi ke Rp13.135/USD)
Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan bahwa rupiah hari ini ditutup pada level Rp13.150/USD. Posisi itu terdepresiasi 75 poin dibanding hari sebelumnya di level Rp13.075/USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp13.135/USD, dengan kisaran harian Rp13.060-Rp13.150/USD. Posisi tersebut memburuk 15 poin dibanding hari sebelumnya di Rp13.020/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada hari ini pada level Rp13.124/USD. Posisi tersebut terkoreksi 67 poin dibanding posisi penutupan Kamis (19/3/2015) di level Rp13.057/USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp13.066/USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp13.041/USD dan terlemah pada level Rp13.140/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.075/USD. Posisi ini melemah 67 poin dibanding posisi penutupan hari sebelumnya di level Rp13.008/USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, meningkatnya tekanan USD yang tercermin dari eskalasi USD indeks menggambarkan bertambahnya keperkasaan mata uang negara Paman Sam tersebut atas mata uang lainnya, termasuk rupiah.
"Nilai tukar rupiah di pasar off shore tercatat meningkat dan menghadang pergerakan rupiah di dalam negeri," kata dia, Jumat (20/3/2015).
Sementara IHSG hari ini berakhir di zona merah ditekan meningkatnya aksi jual investor asing. IHSG turun 10,79 poin atau 0,20% ke level 5.443,06.
(Baca: Rupiah Siang Ini Makin Terdepresiasi ke Rp13.135/USD)
(rna)