Peluang IHSG Menguat Terbuka Lebar pada Pekan Depan
Minggu, 22 Maret 2015 - 11:34 WIB
Peluang IHSG Menguat Terbuka Lebar pada Pekan Depan
A
A
A
JAKARTA - Peluang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan pekan depan diprediksi terbuka lebar jika didukung sentimen positif dari sejumlah data ekonomi.
"Potensi penguatan masih terbuka lebar jika diiringi aksi jual dan positifnya rilis data-data ekonomi di pekan depan," kata Kepala Riset NH Korindo Securrities Indonesia Reza Priyambada, Minggu (22/3/2015).
Karena itu, dia mengingatkan kepad apelaku pasar untuk tetap mencermati rilis data-data ekonomi dan sentimen-sentimen lainnya.
Adapun sejumlah data ekonomi yang akan dirilis pekan depan, yakni di China berupa HSBC manufacturing PMI; Australia, yakni financial stability review; Korea Selatan, berupa data GDP growth rate, consumer confidence dan dari Jepang ada data markit manufacturing PMI.
Sementara data dari Jerman, yakni Bundesbank monthly report, markit composite PMI, markit manufacturing PMI, markit services PMI, IFO business climate, IFO expectations, IFO current conditions, GFK consumer confidence.
Sedangkan Prancis, ada data markit manufacturing PMI, markit services PMI, business confidence, GDP growth rate; Spanyol, yakni PPI, business confidence; dan Inggris, data CBI business optimism index, CBI industrial trends orders, retail price index, inflation rate, BBA mortgage approvals, retail sales.
Adapun data dari zona Eropa, yaitu ECB President Draghi’s speech, consumer confidence, markit composite PMI, markit manufacturing PMI, markit services PMI.
Dari Amerika Serikat (AS), ada data Chicago Fed national activity index, existing home sales, core inflation, inflation, redbook, house price index, markit manufacturing PMI, new home sales, Richmond Fed manufacturing index, initial jobless claims, markit composite PMI, markit services PMI.
Sementara sejumlah saham yang layak dicermati pada pekan depan, di antaranya LPKR, TAXI, PNBN, PWON, WSKT, DILD, WIKA, NOBU, CTRP, MLPL, dan ROTI.
Reza memperkirakan, IHSG pekan depan akan berada pada rentang support 5.400-5.427 dan resisten 5.453-5.472. Pada akhir pekan ini, IHSG berakhir tergerus 10,79 poin atau 0,20% ke level 5.443,06 karena ditekan aksi jual asing.
Dia menjelaskan, IHSG membentuk pola inverted hammer masih di bawah area upper bollinger band (UBB). MACD tertahan kenaikannya dengan histogram positif yang turun. RSI, Stochastic, dan William’s %R mencoba bertahan dari penurunan.
Laju IHSG dapat bertahan di atas area target support 5.385-5.400) dan mampu berada di area target resisten 5.450-5.475. Laju IHSG mencoba bertahan dari penurunannya seiring dengan masih adanya aksi beli yang mencoba menahan penurunan lebih lanjut pada IHSG.
"Potensi penguatan masih terbuka lebar jika diiringi aksi jual dan positifnya rilis data-data ekonomi di pekan depan," kata Kepala Riset NH Korindo Securrities Indonesia Reza Priyambada, Minggu (22/3/2015).
Karena itu, dia mengingatkan kepad apelaku pasar untuk tetap mencermati rilis data-data ekonomi dan sentimen-sentimen lainnya.
Adapun sejumlah data ekonomi yang akan dirilis pekan depan, yakni di China berupa HSBC manufacturing PMI; Australia, yakni financial stability review; Korea Selatan, berupa data GDP growth rate, consumer confidence dan dari Jepang ada data markit manufacturing PMI.
Sementara data dari Jerman, yakni Bundesbank monthly report, markit composite PMI, markit manufacturing PMI, markit services PMI, IFO business climate, IFO expectations, IFO current conditions, GFK consumer confidence.
Sedangkan Prancis, ada data markit manufacturing PMI, markit services PMI, business confidence, GDP growth rate; Spanyol, yakni PPI, business confidence; dan Inggris, data CBI business optimism index, CBI industrial trends orders, retail price index, inflation rate, BBA mortgage approvals, retail sales.
Adapun data dari zona Eropa, yaitu ECB President Draghi’s speech, consumer confidence, markit composite PMI, markit manufacturing PMI, markit services PMI.
Dari Amerika Serikat (AS), ada data Chicago Fed national activity index, existing home sales, core inflation, inflation, redbook, house price index, markit manufacturing PMI, new home sales, Richmond Fed manufacturing index, initial jobless claims, markit composite PMI, markit services PMI.
Sementara sejumlah saham yang layak dicermati pada pekan depan, di antaranya LPKR, TAXI, PNBN, PWON, WSKT, DILD, WIKA, NOBU, CTRP, MLPL, dan ROTI.
Reza memperkirakan, IHSG pekan depan akan berada pada rentang support 5.400-5.427 dan resisten 5.453-5.472. Pada akhir pekan ini, IHSG berakhir tergerus 10,79 poin atau 0,20% ke level 5.443,06 karena ditekan aksi jual asing.
Dia menjelaskan, IHSG membentuk pola inverted hammer masih di bawah area upper bollinger band (UBB). MACD tertahan kenaikannya dengan histogram positif yang turun. RSI, Stochastic, dan William’s %R mencoba bertahan dari penurunan.
Laju IHSG dapat bertahan di atas area target support 5.385-5.400) dan mampu berada di area target resisten 5.450-5.475. Laju IHSG mencoba bertahan dari penurunannya seiring dengan masih adanya aksi beli yang mencoba menahan penurunan lebih lanjut pada IHSG.
(rna)
Lihat Juga :