Jika Aksi Jual Mereda, IHSG Berpeluang Positif
Senin, 23 Maret 2015 - 08:23 WIB
Jika Aksi Jual Mereda, IHSG Berpeluang Positif
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berpeluang bergerak positif jika aksi jual mereda dan mersepon sentimen positif dari bursa global.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola spinning di bawah area middle bollinger band (MBB). MACD masih mencoba bertahan dari tren turun dengan histogram negatif yang lebih panjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R masih terhambat kenaikannya.
"Diharapkan aksi jual dapat mereda pasca tertutupnya utang gap 5.435-5.444. Jika penguatan bursa saham global dapat direspon positif maka laju IHSG pun berpeluang kembali menguat meski kami masih antisipasi bila terjadi pelemahan lanjutan," ujarnya di Jakarta, Senin (23/3/2015).
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.420-5.438 dan resisten 5.451-5.461. Laju IHSG akhir pekan lalu belum mampu mendekati area target resisten 5.462-5.468 dan berada di bawah area target support 5.432-5.440.
Pada akhir pekan lalu, IHSG belum mampu menguat lantaran ditekan aksi ambil untung (profit taking). Kenaikan sempat terjadi di sesi kedua, namun belum dapat melampaui pencapaian di hari sebelumnya.
Di lain sisi, variatif cenderung positifnya laju beberapa bursa saham Asia belum mampu mengangkat IHSG karena dibarengi dengan kembali melemahnya laju rupiah. Investor asing kembali melakukan nett sell dari net buy Rp490,10 miliar menjadi net sell Rp635,07 miliar.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola spinning di bawah area middle bollinger band (MBB). MACD masih mencoba bertahan dari tren turun dengan histogram negatif yang lebih panjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R masih terhambat kenaikannya.
"Diharapkan aksi jual dapat mereda pasca tertutupnya utang gap 5.435-5.444. Jika penguatan bursa saham global dapat direspon positif maka laju IHSG pun berpeluang kembali menguat meski kami masih antisipasi bila terjadi pelemahan lanjutan," ujarnya di Jakarta, Senin (23/3/2015).
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.420-5.438 dan resisten 5.451-5.461. Laju IHSG akhir pekan lalu belum mampu mendekati area target resisten 5.462-5.468 dan berada di bawah area target support 5.432-5.440.
Pada akhir pekan lalu, IHSG belum mampu menguat lantaran ditekan aksi ambil untung (profit taking). Kenaikan sempat terjadi di sesi kedua, namun belum dapat melampaui pencapaian di hari sebelumnya.
Di lain sisi, variatif cenderung positifnya laju beberapa bursa saham Asia belum mampu mengangkat IHSG karena dibarengi dengan kembali melemahnya laju rupiah. Investor asing kembali melakukan nett sell dari net buy Rp490,10 miliar menjadi net sell Rp635,07 miliar.
(rna)
Lihat Juga :