Pemerintah Harusnya Dapat Rp20 T dari Pajak Online

Senin, 23 Maret 2015 - 16:28 WIB
Pemerintah Harusnya...
Pemerintah Harusnya Dapat Rp20 T dari Pajak Online
A A A
JAKARTA - Pengamat Pajak Indonesia Yustinus Prastowo mengatakan, seharusnya Indonesia bisa mengoptimalkan pendapatan dari penghasilan pajak online (e-Commerce) sebesar Rp15 triliun sampai Rp20 triliun.

Dia memperkirakan, untuk omzet dari perusahaan online bisa mencapai Rp150 triliun samai Rp200 triliun kemudian dipotong pajak penghasilan 10%.

Namun, pihaknya memang sulit untuk mengejar pajak online yang masuk ke dalam negeri atau sekadar membuka lapak untuk berjualan online.

"Sebenarnya kalau dilihat, pemerintah ini mengejar mereka (pengusaha bisnis online). Tapi memang kalau dipajak itu, semakin besar 'gulanya (keuntungan)' semakin banyak orangnya. Jadi sektor itu lebih sulit dipajaki karena banyak oknum yang berkecimpung," ujar Yustinus di Jakarta, Senin (23/3/2015).

Jadi, lanjut dia, memang membutuhkan persiapan teknis supaya bisa menjangkau ke sana. Termasuk kesiapan dari sisi regulasi dan hukum.

"Seperti kemarin, mau ngejar pengenaan di deposito. Terus tidak jadi kan, karena ini menyangkut persiapan pemerintah dan kebijakan. Kemarin dari sisi aturan menabrak. Sehingga strateginya enggak efektif," katanya.

Menurutnya, pemerintah memang sudah harus fokus ke penanganan pajak online ini karena jumlah potensinya yang sangat besar dan bisa membantu target pajak yang sudah menjadi acuan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Kalau potensi penerimaannya segitu (Rp15 triliun sampai Rp20 triliun) untuk keseluruhan perusahaan online, itu nanti bisa membantu target pajak pemerintah. Apalagi e-Commerce kita sekarang sedang berkembang sekali," pungkas dia.

(Baca: Pemerintah Diminta Tegas Terkait Pajak e-Commerce)
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Aksi Menuntut Reformasi...
Aksi Menuntut Reformasi Pegawai Pajak
Diskon Pajak Mobil Baru...
Diskon Pajak Mobil Baru Berlaku Mulai 1 Maret 2021
Negara yang Kaya Tanpa...
Negara yang Kaya Tanpa Memungut Pajak dari Rakyatnya
Indonesia Demam Pajak,...
Indonesia Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Kapolri: Polri akan...
Kapolri: Polri akan Kawal Kepatuhan Wajib Pajak untuk Bayar Pajak
Adaro Raih Penghargaan...
Adaro Raih Penghargaan Wajib Pajak
Berita Terkini
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
25 menit yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
2 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
5 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
5 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
15 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
16 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved