IHSG Diperkirakan Belum Akan Bergerak Naik
Kamis, 26 Maret 2015 - 08:24 WIB
IHSG Diperkirakan Belum Akan Bergerak Naik
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih belum memiliki tanda akan bergerak naik seiring masih adanya aksi jual dari pelaku pasar.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola black marubozu di bawah area middle bollinger band (MBB). MACD cenderung turun dengan histogram negatif yang lebih panjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R masih cenderung turun.
"Dari sisi pergerakan chart tampaknya belum memperlihatkan adanya tanda-tanda kehidupan untuk bergerak naik seiring dengan masih adanya aksi jual dari pelaku pasar," ujarnya di Jakarta, Kamis (26/3/2015).
Kendati demikian, jika diasumsikan level low saat ini menyerupai level low pada 18 Maret 2015, di mana saat itu mulai tertahan penurunan dan terjadi kenaikan esok harinya maka peluang kenaikan tentunya masih ada. Karena itu, dia menyarankan, tetap cermati volume perdagangan dan tetap antisipasi pelemahan lanjutan.
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.385-5.390 dan resisten 5.445-5.458. Laju IHSG kemarin sempat menyentuh batas atas area target resisten 5.425-5.440 meski berakhir di bawah level tersebut dan sempat berada di bawah area target support 5.425-5.440.
Pelemahan IHSG kemarin karena adanya aksi profit taking pelaku pasar dan kebetulan dibarengi dengan imbas negatifnya laju bursa saham AS sebelumnya.
"Tampaknya rilis data-data positif AS tidak memberikan sentimen positif pada laju bursa sahamnya yang membuat pelaku pasar mempersepsikan akan adanya potensi kenaikan suku bunga The Fed, sehingga memicu aksi jual," ujarnya.
Meski masih adanya laju positif pada beberapa bursa saham Asia dan masih berlanjutnya penguatan laju rupiah yang diiringi berkurangnya aksi jual asing tidak mampu mempertahankan laju IHSG di zona hijau.
Investor asing kembali melakukan nett sell dari net sell Rp953,36 miliar menjadi net sell Rp399,95 miliar.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola black marubozu di bawah area middle bollinger band (MBB). MACD cenderung turun dengan histogram negatif yang lebih panjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R masih cenderung turun.
"Dari sisi pergerakan chart tampaknya belum memperlihatkan adanya tanda-tanda kehidupan untuk bergerak naik seiring dengan masih adanya aksi jual dari pelaku pasar," ujarnya di Jakarta, Kamis (26/3/2015).
Kendati demikian, jika diasumsikan level low saat ini menyerupai level low pada 18 Maret 2015, di mana saat itu mulai tertahan penurunan dan terjadi kenaikan esok harinya maka peluang kenaikan tentunya masih ada. Karena itu, dia menyarankan, tetap cermati volume perdagangan dan tetap antisipasi pelemahan lanjutan.
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.385-5.390 dan resisten 5.445-5.458. Laju IHSG kemarin sempat menyentuh batas atas area target resisten 5.425-5.440 meski berakhir di bawah level tersebut dan sempat berada di bawah area target support 5.425-5.440.
Pelemahan IHSG kemarin karena adanya aksi profit taking pelaku pasar dan kebetulan dibarengi dengan imbas negatifnya laju bursa saham AS sebelumnya.
"Tampaknya rilis data-data positif AS tidak memberikan sentimen positif pada laju bursa sahamnya yang membuat pelaku pasar mempersepsikan akan adanya potensi kenaikan suku bunga The Fed, sehingga memicu aksi jual," ujarnya.
Meski masih adanya laju positif pada beberapa bursa saham Asia dan masih berlanjutnya penguatan laju rupiah yang diiringi berkurangnya aksi jual asing tidak mampu mempertahankan laju IHSG di zona hijau.
Investor asing kembali melakukan nett sell dari net sell Rp953,36 miliar menjadi net sell Rp399,95 miliar.
(rna)
Lihat Juga :