IHSG Sesi I Berakhir Negatif Tertekan Aksi Jual Asing
Kamis, 26 Maret 2015 - 12:16 WIB
IHSG Sesi I Berakhir Negatif Tertekan Aksi Jual Asing
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini masih bertahan di zona negatif karena tertekan aksi jual asing. IHSG susut 5,64 poin atau 0,10% ke level 5.399,85.
IHSG pagi tadi dibuka melemah, meninggalkan level 5.400 karena terimbas terkoreksinya Wall Street semalam. IHSG susut 22,9 poin atau 0,42% ke level 5.382,59.
Sementara IHSG kemarin ditutup di zona merah ditekan aksi ambil untung. IHSG tergerus 42,16 poin atau 0,77% ke level 5.405,49.
Pelemahan itu di tengah menguatnya mayoritas bursa Asia. Sementara siang ini, bursa Asia mayoritas balik arah menguat.
Indeks Hang Seng menguat 33,59 poin atau 0,14% ke level 24.561,82; indeks Shanghai naik 12,84 poin atau 0,38% ke level 3.431,86; indeks Straits Times bertambah 12,84 poin atau 0,38% ke 3.431,86; sedangkan indeks Nikkei 225 anjlok 277,42 poin atau 1,40% ke 19.468,78.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,03 triliun dengan 2,93 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing Rp138,03 miliar. Tercatat 100 saham naik, 165 saham melemah dan 86 saham stagnan.
Sektor saham siang hari ini mayoritas melemah. Sektor dengan pelemahan terbesar adalah infrastruktur yang turun 1,07%, diikuti properti minus 0,65%. Sedangkan sektor yang menguat tertinggi sektor keuangan yang naik 0,39%.
Adapun saham yang menguat, di antaranya PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) naik Rp60 125menjadi Rp67.700, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik Rp100 menjadi Rp7.150, dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) naik Rp350 menjadi Rp18.550.
Sementara saham yang melemah, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp900 menjadi Rp48.800, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun Rp325 menjadi Rp28.675 dan PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp125 menjadi Rp7.275.
(Baca: IHSG Dibuka Melemah, Tinggalkan Level 5.400)
IHSG pagi tadi dibuka melemah, meninggalkan level 5.400 karena terimbas terkoreksinya Wall Street semalam. IHSG susut 22,9 poin atau 0,42% ke level 5.382,59.
Sementara IHSG kemarin ditutup di zona merah ditekan aksi ambil untung. IHSG tergerus 42,16 poin atau 0,77% ke level 5.405,49.
Pelemahan itu di tengah menguatnya mayoritas bursa Asia. Sementara siang ini, bursa Asia mayoritas balik arah menguat.
Indeks Hang Seng menguat 33,59 poin atau 0,14% ke level 24.561,82; indeks Shanghai naik 12,84 poin atau 0,38% ke level 3.431,86; indeks Straits Times bertambah 12,84 poin atau 0,38% ke 3.431,86; sedangkan indeks Nikkei 225 anjlok 277,42 poin atau 1,40% ke 19.468,78.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,03 triliun dengan 2,93 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing Rp138,03 miliar. Tercatat 100 saham naik, 165 saham melemah dan 86 saham stagnan.
Sektor saham siang hari ini mayoritas melemah. Sektor dengan pelemahan terbesar adalah infrastruktur yang turun 1,07%, diikuti properti minus 0,65%. Sedangkan sektor yang menguat tertinggi sektor keuangan yang naik 0,39%.
Adapun saham yang menguat, di antaranya PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) naik Rp60 125menjadi Rp67.700, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik Rp100 menjadi Rp7.150, dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) naik Rp350 menjadi Rp18.550.
Sementara saham yang melemah, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp900 menjadi Rp48.800, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun Rp325 menjadi Rp28.675 dan PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp125 menjadi Rp7.275.
(Baca: IHSG Dibuka Melemah, Tinggalkan Level 5.400)
(rna)
Lihat Juga :