Rupiah Dibuka Terapresiasi Jelang Rilis Inflasi
Rabu, 01 April 2015 - 10:13 WIB
Rupiah Dibuka Terapresiasi Jelang Rilis Inflasi
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini terapresiasi jelang rilis inflasi. Penguatan ini di tengah tergelincirnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke zona merah pasca mencetak rekor baru.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik pagi hari ini dibuka pada level Rp13.022/USD. Posisi tersebut membaik 58 poin dibanding hari sebelumnya di Rp13.080/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.043/USD. Posisi ini menguat 41 poin dibanding posisi penutupan hari sebelumnya di level Rp13.084/USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas hari ini menunjukkan rupiah pagi ini juga pada level Rp13.043/USD. Posisi ini menguat 52 poin dibanding perdagangan sebelumnya di Rp13.095/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp13.071/USD. Posisi tersebut naik tipis dari posisi penutupan Selasa (31/3/2015) di level Rp13.074/USD.
Kepala Riset NH Korindo Securities Reza Priyambada mengatakan, data ekonomi yang dirilis hari ini akan mewarnai gerak rupiah.
"Kami belum melihat adanya potensi kontinuitas dari penguatan rupiah. Apalagi jika data-data ekonomi yang dirilis tidak sesuai ekspektasi maka berpotensi dapat menekan rupiah kembali," kata dia, Rabu (1/4/2015).
Karena itu, dia menyarankan untuk tetap mencermati dan mengantisipasi jika terjadi potensi pembalikan arah. Reza memprediksi, rupiah hari ini akan bergerak pada kisaran Rp13.089-Rp13.080 berdasarkan kurs tengah BI.
Sementara IHSG pagi ini dibuka jungkir balik akibat memerahnya Wall Street semalam dan mayoritas bursa Asia. IHSG turun 2,72 poin atau 0,05% ke level 5.515,95.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik pagi hari ini dibuka pada level Rp13.022/USD. Posisi tersebut membaik 58 poin dibanding hari sebelumnya di Rp13.080/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.043/USD. Posisi ini menguat 41 poin dibanding posisi penutupan hari sebelumnya di level Rp13.084/USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas hari ini menunjukkan rupiah pagi ini juga pada level Rp13.043/USD. Posisi ini menguat 52 poin dibanding perdagangan sebelumnya di Rp13.095/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp13.071/USD. Posisi tersebut naik tipis dari posisi penutupan Selasa (31/3/2015) di level Rp13.074/USD.
Kepala Riset NH Korindo Securities Reza Priyambada mengatakan, data ekonomi yang dirilis hari ini akan mewarnai gerak rupiah.
"Kami belum melihat adanya potensi kontinuitas dari penguatan rupiah. Apalagi jika data-data ekonomi yang dirilis tidak sesuai ekspektasi maka berpotensi dapat menekan rupiah kembali," kata dia, Rabu (1/4/2015).
Karena itu, dia menyarankan untuk tetap mencermati dan mengantisipasi jika terjadi potensi pembalikan arah. Reza memprediksi, rupiah hari ini akan bergerak pada kisaran Rp13.089-Rp13.080 berdasarkan kurs tengah BI.
Sementara IHSG pagi ini dibuka jungkir balik akibat memerahnya Wall Street semalam dan mayoritas bursa Asia. IHSG turun 2,72 poin atau 0,05% ke level 5.515,95.
(rna)