BPS Catat Inflasi Maret 0,17%

Rabu, 01 April 2015 - 11:33 WIB
BPS Catat Inflasi Maret...
BPS Catat Inflasi Maret 0,17%
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Maret 2015 Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,17% setelah sempat deflasi pada Januari dan Februari. Meski terjadi inflasi bulan ini, pada inflasi tahun kalendernya, BPS mencatat terjadi deflasi 0,44%.

Kepala BPS Suryamin mengatakan, untuk inflasi sevara year on year (yoy) sebesar 6,38% dan inflasi komponen inti 0,29% serta inflasi inti secara yoy mencapai 5,04%

"Di Indonesia, pada Maret 2015 sebanyak 54 kota mengalami inflasi dan 28 deflasi. Di Sumatera 14 kota alami deflasi, 9 lainnya inflasi. Di Jawa, tiga yang deflasi. Sedangkan di luar Jawa dan Sumatera ada 11 yang deflasi," ujar dia di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Rabu (1/4/2015).

Dia menjelaskan, di Jawa deflasinya lebih sedikit. Sementara, di luar Sumatera dan Jawa banyak kota yang mengalami deflasi. Hal ini disebabkan adanya pengendalian harga yang sudah bagus.

"Pengendalian harga sudah tersebar di wilayah-wilayah karena banyaknya Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID)," kata Suryamin

Untuk inflasi tertinggi, terjadi di kota Monokwari, Irian Jaya sebesar 0,84%. Terendahnya di kota Padang, Sumatera Barat dan cilacap, Jawa Tengah sebesar 0,01%. Sedangkan deflasi tertinggi di Tanjung Pandan sebesar 1,97%.

Dalam kesempatan tersebut, dia menerangkan bahwa rata-rata bahan makanan menyumbang deflasi. Namun, pada komoditi beras, justru masih terjadi inflasi.

Meski demikian, pada bahan makanan, terjadi deflasi sebesar 0,73% karena terdorong beberapa komoditi yang mengalami panen raya, sehingga dapat menutupi inflasi pada beras.

"Untuk komoditi kita, bahan makanan terjadi deflasi sebesar 0,73 %. Tapi harga beras masih inflasi. Namun ini terdorong beberapa komoditi seperti ikan, daging ayam ras, telur ayam ras dan sayuran ini mulai musimnya bagus dan terjadi panen raya. Berasnya sendiri masih trjadi inflasi," terang Suryamin.

Pihaknya berharap, kondisi beras untuk ke depannya bisa membaik untuk mendukung adanya deflasi pada sektor bahan makanan. "Jadi, diharapkan beras ini bisa membaik ke depannya. Supaya yang deflasi bukan hanya yang disebut di atas, tapi beras juga alami deflasi," paparnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terima Data Inflasi...
Terima Data Inflasi 2,84% dan Pertumbuhan Ekonomi 5,11%, Jokowi: Segar kalau Seperti Ini
Inflasi Bulan Maret...
Inflasi Bulan Maret 2025 Mencapai 1,65 Persen
Badan Pusat Statistik...
Badan Pusat Statistik : Inflasi 2021 Capai 1,87 Persen
Inflasi Mei Diperkirakan...
Inflasi Mei Diperkirakan Mencapai 0,31 Persen
Prediksi Inflasi September...
Prediksi Inflasi September 2022 Efek Kenaikan Harga BBM
Angka Inflasi Jawa Barat...
Angka Inflasi Jawa Barat Tertinggi
Berita Terkini
Penetapan Pemasok Batu...
Penetapan Pemasok Batu Bara PLTU Jadi Kewenangan Penuh Ditjen Minerba
29 menit yang lalu
APBN Semester I 2026...
APBN Semester I 2026 Defisit Rp196,5 Triliun, Purbaya: Kinerja Fiskal Tetap Kuat
40 menit yang lalu
Bahlil Siap Atur Mekanisme...
Bahlil Siap Atur Mekanisme Izin Tambang Ormas Agama Pascaputusan MK
2 jam yang lalu
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
2 jam yang lalu
Lionel Express Hadirkan...
Lionel Express Hadirkan Solusi Distribusi Barang B2B ke Seluruh Indonesia
3 jam yang lalu
Perkuat Ekosistem Emas...
Perkuat Ekosistem Emas Nasional, Pegadaian Resmi Jadi Bagian Pendirian Indonesia Bullion Market Association (IBMA)
3 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H, Selasa 3 Maret 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved