Harga Elpji 12 Kg di Semarang Tembus Rp153 Ribu
Jum'at, 03 April 2015 - 00:27 WIB
Harga Elpji 12 Kg di Semarang Tembus Rp153 Ribu
A
A
A
SEMARANG - Harga jual elpiji 12 kg di Kota Semarang, Jawa Tengah, di tingkat pengecer tembus Rp153 ribu per tabung, setelah Pertamina menaikkan harga gas, kemarin.
Seorang pengecer elpiji di Semarang, Susman mengatakan, kenaikan harga Elpiji 12 kg sudah terjadi sejak 1 April. Harga elpiji 12 kg naik sekitar Rp8.000 per kg.
Sebagai pengecer dia tidak bisa berbuat banyak karena dari agen harga sudah naik. "Dari sananya sudah naik. Jadi harga jual kita juga naik,” ujarnya, Kamis (2/4/2015).
Dia mengatakan, dengan adanya kenaikan tersebut dirinya menjual elpiji 12 kg per tabung Rp153 ribu. Sebelum ada kenaikan gas dijual Rp145 per tabung.
Sementara untuk harga tabung gas elpiji ukuran 3 kg Rp18.500 per tabung. Jika pembelian dengan tabunga maka harganya menjadi Rp170 ribu.
Heni, salah satu warga Banyumanik mengaku, sehari-hari menggunakan elpiji tabung 12 kg, dan biasanya satu bulan baru habis. Namun, dengan kenaikan harga ini dia keberatan. Untuk menghemat, dia berencana pindah menggunakan elpiji 3 kg. “Kemarin baru saja naik sekarang, sudah naik lagi,” keluhnya.
Humas Pertamina Marketing Operation IV Jateng dan DIY Robert MV Dumatubun menyatakan, harga jual elpiji 12 kg di Jateng dan DIY berkisar antara Rp139.200 sampai Rp141.900. Dia membatah harga jual elpiji 12 kg mencapai Rp153 ribu di pasaran.
Dia menjelaskan, jalur distribusi resmi elpiji diatur dalam sistem tata niaga. Berdasarkan sistem tersebut, penyaluran dari Pertamina didistribusikan ke SPBBE kemudian ke agen, lalu ke pangkalan sebagai sub yang menyalurkan elpiji ke konsumen rumah tangga.
Saat ini, jumlah agen elpiji di Jateng dan DI Yogyakarta sebanyak 385 agen, sedangkan jumlah pangkalan sekitar 25.000.
Kalaupun terjadi perbedaan harga yang selama ini adalah masyarakat membeli elpiji ke pengecer kecil bukan ke pangkalan. Sehingga, harganya tidak sama dengan yang sudah ditetapkan Pertamina.
"Kalau tingkatnya pengecer bukan jalur distribusi kami. Jalur distribusi Pertamina adalah dari Pertamina ke agen, kemudian didistribusikan ke pangkalan dan langsung ke masyarakat," terangnya.
Sebab itu, dia mengimbau kepada masyarakat untuk membeli elpiji langsung ke pangkalan atau toko-toko modern yang telah ditunjuk atau di SPBU yang juga sebagai penyalur.
Kenaikan harga Elpiji 12 kg diprediksi akan ada migrasi dari elpiji 12 kg beralih ke 3 kg. Namun, Pertamina yakin migrasi tidak akan terlalu signifikan. "Pada penyesuaian harga lalu, migrasi hanya sekitar 2-3%, dan masih bisa dicover. Kalau untuk yang sekarang kita belum tahu,” tandasnya.
Seorang pengecer elpiji di Semarang, Susman mengatakan, kenaikan harga Elpiji 12 kg sudah terjadi sejak 1 April. Harga elpiji 12 kg naik sekitar Rp8.000 per kg.
Sebagai pengecer dia tidak bisa berbuat banyak karena dari agen harga sudah naik. "Dari sananya sudah naik. Jadi harga jual kita juga naik,” ujarnya, Kamis (2/4/2015).
Dia mengatakan, dengan adanya kenaikan tersebut dirinya menjual elpiji 12 kg per tabung Rp153 ribu. Sebelum ada kenaikan gas dijual Rp145 per tabung.
Sementara untuk harga tabung gas elpiji ukuran 3 kg Rp18.500 per tabung. Jika pembelian dengan tabunga maka harganya menjadi Rp170 ribu.
Heni, salah satu warga Banyumanik mengaku, sehari-hari menggunakan elpiji tabung 12 kg, dan biasanya satu bulan baru habis. Namun, dengan kenaikan harga ini dia keberatan. Untuk menghemat, dia berencana pindah menggunakan elpiji 3 kg. “Kemarin baru saja naik sekarang, sudah naik lagi,” keluhnya.
Humas Pertamina Marketing Operation IV Jateng dan DIY Robert MV Dumatubun menyatakan, harga jual elpiji 12 kg di Jateng dan DIY berkisar antara Rp139.200 sampai Rp141.900. Dia membatah harga jual elpiji 12 kg mencapai Rp153 ribu di pasaran.
Dia menjelaskan, jalur distribusi resmi elpiji diatur dalam sistem tata niaga. Berdasarkan sistem tersebut, penyaluran dari Pertamina didistribusikan ke SPBBE kemudian ke agen, lalu ke pangkalan sebagai sub yang menyalurkan elpiji ke konsumen rumah tangga.
Saat ini, jumlah agen elpiji di Jateng dan DI Yogyakarta sebanyak 385 agen, sedangkan jumlah pangkalan sekitar 25.000.
Kalaupun terjadi perbedaan harga yang selama ini adalah masyarakat membeli elpiji ke pengecer kecil bukan ke pangkalan. Sehingga, harganya tidak sama dengan yang sudah ditetapkan Pertamina.
"Kalau tingkatnya pengecer bukan jalur distribusi kami. Jalur distribusi Pertamina adalah dari Pertamina ke agen, kemudian didistribusikan ke pangkalan dan langsung ke masyarakat," terangnya.
Sebab itu, dia mengimbau kepada masyarakat untuk membeli elpiji langsung ke pangkalan atau toko-toko modern yang telah ditunjuk atau di SPBU yang juga sebagai penyalur.
Kenaikan harga Elpiji 12 kg diprediksi akan ada migrasi dari elpiji 12 kg beralih ke 3 kg. Namun, Pertamina yakin migrasi tidak akan terlalu signifikan. "Pada penyesuaian harga lalu, migrasi hanya sekitar 2-3%, dan masih bisa dicover. Kalau untuk yang sekarang kita belum tahu,” tandasnya.
(dmd)
Lihat Juga :