Permintaan Elpiji 12 Kg di Pekalongan Mulai Berkurang

Sabtu, 04 April 2015 - 18:15 WIB
Permintaan Elpiji 12...
Permintaan Elpiji 12 Kg di Pekalongan Mulai Berkurang
A A A
PEKALONGAN - Naiknya harga elpiji ukuran 12 kilogram (kg) menjadi Rp142.000 menyebabkan berkurangnya permintaan elpiji nonsubsidi tersebut.

Seperti yang terjadi di SPBU Medono Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan. Saat ini, permintaan elpiji ukuran 12 kg mengalami penurunan.

"Sudah mulai terjadi penurunan permintaan. Sampai siang ini belum ada tabung ukuran 12 kg yang keluar, padahal biasanya ada sekitar 15-20 gas elpiji 12 kg yang laku setiap harinya," kata Winarto, Kasir SPBU Medono, Pekalongan, Sabtu (4/4/2015).

Namun, belum tampak migrasi konsumsi dari tabung ukuran 12 kg ke tabung gas ukuran 3 kg, sehingga saat ini stok tabung subsidi masih aman.

"Sampai sekarang stok elpiji ukuran 3 kg masih aman sebab belum ada peralihan konsumen dari tabung gas ukuran 12 kg ke tabung ukuran 3 kg," ujarnya.

Dia menjelaskan, pihaknya mendapatkan jatah sekitar 46 tabung gas elpiji ukuran 12 kg. Sementara untuk tabung 3 kg, stok yang dimiliki sekitar 30 tabung, dengan harga per tabung Rp16.000.

Dia menyayangkan kenaikan harga elpiji 12 kg yang tiba-tiba. Menurut dia, biasanya pemberitahuan dilakukan terlebih dahulu sebelum dinaikkan.

Sementara salah seorang pengecer elpiji di Kelurahan Bendan, Kecamatan Pekalongan Barat, Tohari mengaku tak lagi menjual elpiji ukuran 12 kg karena naiknya harga.

"Tidak laku sekarang yang 12 kg, jadi saya juga sudah tidak jual lagi," ujarnya.

Menurutnya, kini para konsumen lebih menyukai elpiji ukuran 3 kg sebab harganya lebih terjangkau karena disubsidi pemerintah.

"Yang ramai sekarang ukuran 3 kg. Blue gas juga mulai sepi. Yang blue gas mau saya lepas, tapi masih ada permintaan walaupun sedikit," terangnya.

Dirinya mengaku memiliki hingga 30 tabung gas elpiji ukuran 3 kg, yang biasanya habis terjual dalam dua hari. Sementara Blue gas hanya laku 1-2 tabung tiap harinya.

Salah seorang pembeli bernama Azam (55) mengaku keberatan dengan kenaikan harga elpiji 12 kg , sehingga terpaksa beralih ke tabung ukuran mini.

"Kalau bisa harga bisa stabil kembali, sehingga tidak memberatkan kami," kata warga Kelurahan Sapuro, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
1 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
1 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
2 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
2 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
2 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
2 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved