Investor Australia Tertarik Peternakan Sapi

Senin, 06 April 2015 - 10:53 WIB
Investor Australia Tertarik...
Investor Australia Tertarik Peternakan Sapi
A A A
BONE - Beberapa investor lokal di Australia tertarik untuk membangun peternakan sapi di Indonesia. Kementerian Pertanian pun mengaku siap mendukung para investor ini, terutama dalam perizinan usaha.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, mereka ini investor lokal yang memiliki lahan peternakan sapi seluas 1 juta hektare di Australia. ”Ada tujuh orang,” kata dia saat kunjungan kerja di Kota Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, akhir pekan lalu.

Amran menceritakan, awal pertemuan terjadi saat investor ini mengajukan izin ekspor sapi dari Australia ke Indonesia. Kemudian, dia pun bertanya perihal kepemilikan sapi-sapi siap ekspor tersebut yang ternyata dimiliki orang Indonesia. ”Saya tanya, kenapa tidak investasi di Indonesia?” ucap bos Tiran Group itu.

Menurut dia, Indonesia juga memiliki titik-titik daerah yang memiliki iklim yang cocok untuk beternak sapi. Kementan saat ini memiliki program pengembangan ternak sapi yang difokuskan di Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Bali, dan Jawa Timur.

Lebih lanjut Amran mengatakan, alasan investor ini lebih memilih berinvestasi di Australia ketimbang Indonesia adalah masalah perizinan. Dia pun menjanjikan akan memberikan kemudahan perizinan di instansi yang ia pimpin. ”Kalau ada (pegawai Kementan) yang pungli, kami cabut (pecat) di depan bapak,” kisahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Sulsel siap menjadi daerah percontohan peternakan sapi di Indonesia. Saat ini produksi sapi di Sulsel mencapai 1,2 juta ekor per tahun. ”Target kita sampai 2018 adalah 2 juta ekor,” ucapnya.

Untuk itu, Syahrul mengatakan, pihaknya akan menggenjot produksi sapi melalui inseminasi buatan dan embrio transfer, terutama bibit kembar. Demi meningkatkan kualitas sapi, Kementan pun menjanjikan memberikan bantuan 200 ekor sapi induk jenis brahman dan limousin. Selain itu, Syahrul juga meminta kepada pemerintah pusat untuk membangun rumah potong hewan (RPH) modern di Sulsel.

Keberadaan RPH ini penting agar Sulsel bisa meningkatkan nilai tambah saat mengirimkan sapi ke daerah-daerah luar Sulsel. ”Jadi (sapi) yang dikirim bukan lagi ekor, tapi daging,” pungkasnya.

Rahmat fiansyah
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Pacu Sektor Pariwisata,...
Pacu Sektor Pariwisata, TikTok GO Integrasikan Konten Kreator dengan Sistem Pemesanan Tiket
18 menit yang lalu
AHY Ungkap Ego Sektoral...
AHY Ungkap Ego Sektoral Jadi Hambatan Tata Kelola Kebandarudaraan
32 menit yang lalu
Danamon Gelar DIVE-Chapter...
Danamon Gelar DIVE-Chapter Youth, Kenalkan Perbankan ke Generasi Muda
44 menit yang lalu
Asabri Gandeng Bio Farma...
Asabri Gandeng Bio Farma Edukasi Kanker Serviks di Sespim Polri
1 jam yang lalu
Pacu Daya Saing Pariwisata,...
Pacu Daya Saing Pariwisata, Kemenpar Dorong Kebijakan Bebas Visa Kunjungan
1 jam yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen dan PNM Gelar Pelatihan Vokasi untuk Difabel di Brebes
1 jam yang lalu
Infografis
Menhan Australia Telepon...
Menhan Australia Telepon Menteri Sjafrie Terkait Rumor Pangkalan Militer Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved