Konsumen Beralih ke Pertamax

Rabu, 08 April 2015 - 10:59 WIB
Konsumen Beralih ke...
Konsumen Beralih ke Pertamax
A A A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menegaskan, penghapusan subsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium secara bertahap membuat konsumen beralih ke BBM nonsubsidi jenis pertamax.

Menurut Vice President Fuel Marketing PT Pertamina Muhammad Iskandar, beralihnya konsumsi BBM premium ke jenis pertamax akibat disparitas harga antara premium dengan pertamax tak lagi lebar. Berdasarkan hasil monitoring harian Pertamina, konsumsi premium turun dari 84.000 kiloliter (KL) menjadi 77.000 KL. Sebagaimana diketahui, selisih harga BBM jenis premium dengan pertamax tak lagi melebar setelah harga premium dinaikkan dari sebelumnya Rp6.800 menjadi Rp7.400 di wilayah Jawa, Madura, Bali.

Sedangkan di luar wilayah tersebut, harga premium naik menjadi Rp7.300 per liter dari sebelumnya Rp6.700 per liter. Adapun, harga pertamax kini Rp8.600 per liter. ”Akibat tipisnya disparitas tersebut membuat konsumsi premium menjadi berkurang 7.000 KL per hari. Alhasil, konsumsi pertamax naik sebesar 5.000 KL. Sisanya, 2.000 KL dinikmati badan usaha lain seperti Shell dan Total,” kata Iskandar di Jakarta Senin (6/4).

Di samping itu, Pertamina bakal menghentikan impor BBM jenis solar dalam waktu dua bulan ke depan. Pertamina beralasan, selain premium, BBM bersubsidi ini juga mengalami penurunan akibat subsidi tetap. ”Solar subsidi sebelumnya 43.000 kl turun menjadi 37.000 kl per hari,” ungkap dia. Dia mengatakan, penghentian impor sementara jenis solar lantaran pihaknya beranggapan bahwa produksi minyak dalam negeri mencukupi memenuhi kebutuhan masyarakat.

Vice President Corporate Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, kebijakan pemerintah memberikan subsidi tetap telah berdampak pada menurunnya konsumsi BBM jenis solar sebesar 34.000 KL per hari. Alhasil, Pertamina akan mengurangi stok solar menjadi 17 hari dari sebelumnya 19 hari. ”Dengan adanya subsidi tetap, maka konsumsi solar turun. Memang sebelumnya lebih tinggi,” kata dia.

Nanang wijayanto
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
13 menit yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
30 menit yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
1 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
2 jam yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
2 jam yang lalu
Infografis
Curacao, Negara Terkecil...
Curacao, Negara Terkecil yang Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved