Harga Minyak Global Naik Setelah Turun Tajam
Kamis, 09 April 2015 - 10:50 WIB
Harga Minyak Global Naik Setelah Turun Tajam
A
A
A
SINGAPURA - Harga minyak mentah global naik pada awal perdagangan Kamis setelah turun tajam 6% pada sesi sebelumnya akibat melonjaknya stok minyak mentah Amerika Serikat (AS) dan produksi Arab Saudi menyentuh rekor.
Stok minyak mentah AS melonjak 10,95 juta barel menjadi 482,4 juta, kenaikan terbesar dalam 14 tahun terakhir. Sementara Arab Saudi memproduksi minyak 10,3 juta barel per hari (bph) pada Maret.
Adapun minyak mentah Brent Mei naik 61 sen dan diperdagangkan pada USD56,16/barel pada pukul 0035 GMT, sementara minyak mentah AS Mei naik 59 sen menjadi USD51,01/barel.
Kendati demikian, analis memperkirakan bahwa secara keseluruhan, sentimen harga minyak masih menurun (bearish) karena produksi yang tinggi tidak diimbangi dengan permintaan.
"Kami melihat sedikit tanda percepatan ekonomi dan mengantisipasi penurunan berarti dalam produksi minyak dalam beberapa bulan lagi," tulis US Bank Wealth Management dalam catatannya, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (9/4/2015).
Melambatnya pertumbuhan permintaan di tengah melonjaknya produksi menyebabkan harga minyak merosot 50% sejak Juni tahun lalu.
Stok minyak mentah AS melonjak 10,95 juta barel menjadi 482,4 juta, kenaikan terbesar dalam 14 tahun terakhir. Sementara Arab Saudi memproduksi minyak 10,3 juta barel per hari (bph) pada Maret.
Adapun minyak mentah Brent Mei naik 61 sen dan diperdagangkan pada USD56,16/barel pada pukul 0035 GMT, sementara minyak mentah AS Mei naik 59 sen menjadi USD51,01/barel.
Kendati demikian, analis memperkirakan bahwa secara keseluruhan, sentimen harga minyak masih menurun (bearish) karena produksi yang tinggi tidak diimbangi dengan permintaan.
"Kami melihat sedikit tanda percepatan ekonomi dan mengantisipasi penurunan berarti dalam produksi minyak dalam beberapa bulan lagi," tulis US Bank Wealth Management dalam catatannya, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (9/4/2015).
Melambatnya pertumbuhan permintaan di tengah melonjaknya produksi menyebabkan harga minyak merosot 50% sejak Juni tahun lalu.
(rna)
Lihat Juga :