Pemerintah Siap Dongkrak Harga Karet

Kamis, 09 April 2015 - 18:07 WIB
Pemerintah Siap Dongkrak...
Pemerintah Siap Dongkrak Harga Karet
A A A
JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan memperbesar serapan produk karet alam di dalam negeri. Salah satunya akan diarahkan untuk produk pendukung pembangunan infrastruktur di Tanah Air.

Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel mengungkapkan, upaya ini dilakukan pemerintah untuk kembali mendongkrak harga karet ‎alam yang saat ini tengah anjlok hingga USD1,5 per kg.

"Saat ini harganya USD1,5 per kg. Pada 2011 karet pernah mjadi USD4,61 per kg. Untuk mengangkat harga karet, langkah awal pemerintah perlu menggunakan karet alam untuk proyek infrastruktur nasional," tuturnya di kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (9/4/2015).

Dia mengungkapkan, anggaran infrastruktur dalam APBNP 2015 yang sebesar Rp118 triliun bisa dimanfaatkan untuk memperbesar serapan karet di dalam negeri.‎

‎"Antara lain, misalnya untuk dock vender dalam fasilitas pelabuhan, bahan campuran aspal jalan, bantalan jembatan kereta api, bendung karet untuk bendungan, atau komponen pintu irigasi untuk pengembangan rawa," jelasnya.

Rachmat mengatakan, upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan serapan dalam negeri hingga 100 ribu ton per tahun. Dengan demikian, penyerapan karet di dalam negeri diharapkan minimal bisa mencapai 700 ribu ton tahun ini.

"Peningkatan karet alam ini juga upaya keberlanjutan udara bersih dunia, karena karet alam menyerap polusi 35 ton per hektare per tahun. Untuk itu kami harap, pemanfaatan karet alam ini bisa didukung oleh seluruh pemangku kepentingan," pungkas dia.

Sekadar informasi, Indonesia sedianya merupakan pemasok karet alam terbesar ke-2 di pasar dunia dengan total produksi karet alam sebesar 3,1 juta ton, dan kontribusi devisa senilai USD4,7 miliar pada 2014. Namun saat ini, penyerapan produk karet di dalam negeri baru 18%, sementara di negara lain sudah mencapai 40%.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
HD : Aspal Karet Peluang...
HD : Aspal Karet Peluang Agar Karet Tidak Bergantung Pada Segmen Harga Internasional
Apkarindo Gelar Rembug...
Apkarindo Gelar Rembug Petani Karet Sumsel, Ini Hasilnya
Perbedaan Nama Daerah...
Perbedaan Nama Daerah di Jakarta: Karet, Karet Kuningan, dan Karet Semanggi
Krisis Bahan Olahan...
Krisis Bahan Olahan Karet di Sumut Makin Parah, 9 Pabrik Tutup
Apkarindo Komitmen Bersama...
Apkarindo Komitmen Bersama Mentan Majukan Lagi Karet Nasional
Industri Karet Alam...
Industri Karet Alam Jadi Akselerator Ekonomi Daerah, Ini Buktinya
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
5 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
5 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
6 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
7 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
7 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
8 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved