Menteri Rini Tepis Privatisasi Empat BUMN

Jum'at, 10 April 2015 - 16:05 WIB
Menteri Rini Tepis Privatisasi...
Menteri Rini Tepis Privatisasi Empat BUMN
A A A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno membantah wacana yang menyebutkan dirinya akan melakukan privatisasi (denasionalisasi) alias menjual empat BUMN, seperti yang dilontarkan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Seperti diketahui, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah berencana melakukan privatisasi empat BUMN atas informasi dari DPR RI. Keempat BUMN tersebut, yakni Jasa Marga, Aneka Tambang (Antam), Waskita Karya, dan Adhi karya.

"Siapa yang mau ngejual (BUMN). Saya rasa ada salah pengertian," tuturnya di gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (10/4/2015).

Dia menjelaskan, beberapa waktu lalu Kementerian BUMN memberikan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk setidaknya tiga perusahaan pelat merah yang telah go public alias melantai di bursa. Ke tiga perusahaan tersebut adalah Antam, Waskita Karya, dan Adhi Karya.

PMN yang didapatkan perusahaan BUMN go public tersebut sedianya dimaksudkan untuk mendorong pengembangan kinerja perseroan. Misalnya, Antam dimaksudkan untuk upaya hilirisasi, sementara Waskita Karya dan Adhi Karya dimaksudkan untuk pembangunan infrastruktur.

"Nah, karena mereka sudah merupakan perusahaan publik, kalau kita mau menyertakan modal negara, itu harus melalui pasar modal. Dikeluarkan saham baru yang kemudian diambil oleh pemegang saham," ‎imbuhnya.

Mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan (Menperindag) ini memastikan, PMN yang digelontorkan untuk ke tiga perusahaan tersebut tidak akan membuat kepemilikan negara atas saham perseroan menjadi berkurang, yaitu sekitar 60%. Bahkan kepemilikan negara kemungkinan besar akan bertambah.

"Itu dasarnya. Jadi ada salah pengertian. Pikirnya apa yang mau dijual. Justru dengan kita meminta penyertaan modal dan melakukan right issue supaya kepemilikan negara tetap jumlah kepemilikannya, apakah itu 60%, atau 65% ataupun lebih bertambah besar," tandas dia.

(Baca: Prabowo Ungkap Empat BUMN Bakal Diprivatisasi)
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian BUMN Perkenalkan...
Kementerian BUMN Perkenalkan Komunitas Srikandi BUMN
Kementerian BUMN Perluas...
Kementerian BUMN Perluas Vaksinasi untuk Lansia
Garuda Indonesia Raih...
Garuda Indonesia Raih Lima Penghargaan Terbaik Pada Ajang BUMN Branding and Marketing Award 2020
Berikan Kesempatan Disabi­litas...
Berikan Kesempatan Disabi­litas Berkiprah di Lapangan Kerja
Kementerian BUMN Minta...
Kementerian BUMN Minta Relaksasi IPO BUMN, Begini Tanggapan OJK
Kejar Target Sisa Proyek...
Kejar Target Sisa Proyek Strategis BUMN, Erick Thohir: Ada Satu Proyek Berpotensi Ngga Kelar
Berita Terkini
Simba Sereal Bidik Pasar...
Simba Sereal Bidik Pasar Keluarga Melalui Edukasi Sarapan Anak
19 menit yang lalu
Kontrak Batu Bara Baru...
Kontrak Batu Bara Baru 144 Juta Ton, ESDM Minta PLN Percepat Pengiriman ke PLTU
28 menit yang lalu
Harga Emas Antam dan...
Harga Emas Antam dan Buyback Kompak Turun Rp20.000 per Gram, Ini Rinciannya
2 jam yang lalu
Perkuat Tata Kelola...
Perkuat Tata Kelola Keamanan Informasi, MNC Sekuritas Perpanjang Sertifikasi ISO/IEC 27001:2022
2 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,17% ke 5.934
3 jam yang lalu
MSIG Life Kolaborasi...
MSIG Life Kolaborasi dengan Bank Sinarmas Meluncurkan Smile Critical Prime
3 jam yang lalu
Infografis
19 Menteri Bergelar...
19 Menteri Bergelar S3, Prabowo Tagih Kepintarannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved