Mandiri Berikan Fasilitas Hedging terhadap PLN Rp6,4 T

Jum'at, 10 April 2015 - 22:29 WIB
Mandiri Berikan Fasilitas...
Mandiri Berikan Fasilitas Hedging terhadap PLN Rp6,4 T
A A A
JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk kali ini memberikan fasilitas transaksi lindung nilai (hedging) kepada PLN dengan besaran mencapai USD500 juta atau Rp6,4 triliun (kurs Rp12.910/USD). Angka tersebut merupakan total dari fasilitas hedging yang sebesar USD950 juta.

Kerja sama pemberian fasilitas tersebut dilakukan untuk mendukung kinerja PLN dalam memenuhi kebutuhan listrik nasional.

Direktur Corporate Banking Bank Mandiri, Royke Tumilaar mengatakan, perusahaan yang dipimpin Sofyan Basir tersebut, memiliki kewajiban membayar utang luar negeri dan operasional dalam valuta asing. "Nah, sementara itu pendapatan yang diterima dalam mata uang rupiah sehingga berdampak pada munculnya potensi miss match arus kas keuangan," ujarnya di Jakarta, Jumat (10/4/2015)

Di sisi lain, pergerakan nilai tukar rupiah masih akan terus mengalami fluktuasi sebagai akibat dari membaiknya kondisi ekonomi Amerika Serikat dan adanya rencana the Fed melakukan normalisasi kebijakan moneter, dengan menaikkan suku bunga acuan pada 2015.

"Kami komitmen untuk mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat perekonomian Indonesia. Di tengah kondisi perekonomian global yang saat ini belum stabil. Salah satunya dengan memberikan fasilitas hedging untuk PLN," ujar Royke.

Dia melanjutkan, kerja sama pemberian fasilitas hedging ke PLN merupakan kelanjutan dari Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-09/MBU/2013 tentang Kebijakan Umum Transaksi Lindung Nilai Badan Usaha Milik Negara.

"Kami mengharapkan tentunya kerja sama ini dapat memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah. Selain itu, juga bisa mengurangi tekanan volatilitas rupiah, terutama terhadap kinerja perusahaan BUMN," pungkas Royke.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Target Bank...
Pemerintah Target Bank Syariah Indonesia Tbk Masuk Top 10 Dunia
DPK Bank Mandiri Taspen...
DPK Bank Mandiri Taspen Tumbuh 8,9% hingga Februari 2024
Bank Mandiri Bukukan...
Bank Mandiri Bukukan Laba Bersih Rp 26,6 triliun di Kuartal II 2024
Besok, Bank Mandiri...
Besok, Bank Mandiri Tetap Buka Layani Nasabah
Bank Mandiri Lanjutkan...
Bank Mandiri Lanjutkan Transformasi Digital di Ulang Tahun ke-23
Perkuat Layanan Digital,...
Perkuat Layanan Digital, Mandiri Jaga Momentum Pertumbuhan
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
4 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
5 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
6 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
6 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
6 jam yang lalu
Infografis
10 Alasan Revolusi Prancis...
10 Alasan Revolusi Prancis Jadi Simbol Perlawanan Rakyat terhadap Tirani dan Ketidakadilan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved