JIIPE Dibutuhkan untuk Dorong Investasi Jatim

Selasa, 14 April 2015 - 10:32 WIB
JIIPE Dibutuhkan untuk...
JIIPE Dibutuhkan untuk Dorong Investasi Jatim
A A A
JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan, kehadiran Kawasan Industri dan Pelabuhan Terpadu Java Integrated Industrial Port Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur, dibutuhkan untuk mendorong investasi di wilayah tersebut.

JIIPE merupakan salah satu kawasan industri yang diprioritaskan pengembangannya oleh pemerintah. ”Dari 15 kawasan industri yang akan dibangun, hanya dua yang terletak di Jawa, yakni JIIPE di Jawa Timur dan Sayung di Jawa Tengah. Sementara, 13 kawasan lainnya tersebar di luar Jawa. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan JIIPE sangat diperhitungkan,” kata Kepala BKPM Franky Sibarani di Jakarta kemarin.

Dalam catatan BKPM, Jawa Timur merupakan lokasi investasi asing terbesar ke empat di Indonesia dalam lima tahun terakhir. NilairealisasiinvestasiJawa Timur pada periode 2010-2014 mencapai USD10,6 miliar untuk penanaman modal asing dan Rp112,3 triliun untuk penanaman modal dalam negeri. Franky berharap, kehadiran kawasan industriitubisameningkatkanrasio investasi Jawa Timur.

Direktur Utama PT AKR Corporindo Haryanto Adikoesoemo yang merupakan pengembang JIIPE mengatakan, area industri kawasan tersebut memiliki kapasitas penyewaan 1.119 tenant dan diperkirakan akan menyerap tenaga kerja sebanyak 123.750 orang. Haryanto menambahkan, dengan beroperasinya Pelabuhan Manyar, kapal-kapal juga akan memiliki banyak pilihan untuk bersandar.

JIIPE merupakan kawasan industri terintegrasi dengan pelabuhan dan kompleks perumahan seluas sekitar 2.933 hektare berlokasi di Manyar, Gresik, Jawa Timur. Bekerja sama dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III, kawasan JIIPE dibangun lengkap beserta pelabuhan laut dalam, jalan tol sepanjang 45 kilometer yang menghubungkan Surabaya dan Bandar Udara Internasional Juanda,

jalan tol yang menghubungkan bagian dalam kawasan menuju seluruh pulau Jawa, terminal energi batu bara dan migas, pengelolaan limbah, kawasan berikat, serta fasilitas pendukung lainnya. BKPM sebelumnya menyebutkan, rasio investasi yang masuk ke seluruh wilayah Indonesia sepanjang 2005-2014 baru mencapai 39,4%. Relatif rendahnya angka rasio investasi tersebut mencerminkan belum mulusnya proses realisasi investasi di daerah-daerah.

Ant
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Harga BBM dan LPG Subsidi...
Harga BBM dan LPG Subsidi Tak Naik Seperti Pertamax, Bahlil: Itu Perintah Presiden
25 menit yang lalu
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Komisi XII Ingatkan Dampaknya terhadap Daya Beli
50 menit yang lalu
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Berbagai Jenis ETF Sebelum Berinvestasi
55 menit yang lalu
Rupiah Membaik Tinggalkan...
Rupiah Membaik Tinggalkan Level Rp18.000 per USD, Ini Sentimennya
1 jam yang lalu
Jaga Distribusi Energi,...
Jaga Distribusi Energi, Elnusa Petrofin Beri Apresiasi Awak Mobil Tangki
1 jam yang lalu
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
1 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved