Trikomsel Gandeng SCM Targetkan 6.000 Peritel

Selasa, 14 April 2015 - 11:00 WIB
Trikomsel Gandeng SCM...
Trikomsel Gandeng SCM Targetkan 6.000 Peritel
A A A
JAKARTA - PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO) gandeng perusahaan distributor SCM Grup (SCM) untuk memperluas pangsa pasar. Perseroan menargetkan 6.000 peritel seluler dari kerja sama ini.

”Sinergi ini akan memperbesar pangsa pasar Trikomsel melalui 6.000 peritel telepon seluler, Trikomsel dapat merambah penjualan di kota tier dua dan tier tiga,” ungkap Presiden Direktur Trikomsel Sugiono Wiyono dalam keterangan tertulisnya kemarin. Sugiono menjelaskan, kerja sama tersebut bertujuan untuk menggabungkan kekuatan antara Trikomsel dengan SCM yang memiliki jaringan sebanyak lebih dari 2.000 peritel di 18 provinsi.

”Dengan aliansi ini, maka Trikomsel akan bisa lebih mengembangkan kemampuan ritel baik melalui toko-toko sendiri yakni OkeShop dan Global Teleshop maupun lewat toko-toko online,” imbuhnya. Menurut dia, sinergi ini merupakan langkah awal atas kerja sama lainnya di bidang media, dan memberikan kontribusi yang positif bagi keduanya dan yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan pelayanan bagi pelanggan di seluruh Indonesia.

”Kami menyambut baik kerja sama ini dan dengan keahlian dan kelebihan yang dimiliki kedua belah pihak,” ujarnya. Sementara, Founder dan CEO SCM Kawiro Susilo menambahkan, sinergi ini akan membawa kekuatan baru di pasar mobile phone , baik di pasar tradisional maupun di pasar modern retail, sehingga akan dapat memberikan keuntungan baik bagi konsumen maupun principal.

Sebelumnya TRIO pernah melakukan aksi korporasi yakni bekerja sama dengan perusahaan situs belanja online, Singapore Post, untuk membentuk perusahaan patungan. Kepemilikan saham perusahaan patungan tersebut 67% dimiliki oleh PT Trikomsel, sedangkan 33% dimiliki oleh perusahaan Singapore Post.

Di sisi lain, pada kuartal IV/2014 TRIO meraih pendapatan sebesar Rp10,77 triliun, naik 3,95% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp10,36 triliun. Laba usaha naik 5,88% menjadi Rp1,08 triliun dari laba usaha tahun sebelumnya Rp1,02 triliun.

Beban pokok naik 12,4% menjadi Rp9,21 triliun dari tahun sebelumnya Rp8,91 tri-liun dan laba kotor naik jadi Rp1,57 triliun dari laba kotor tahun sebelumnya Rp1,46 triliun. Sementara, beban keuangan naik menjadi Rp649,23 miliar dari beban keuangan tahun sebelumnya Rp353,76 miliar, dan laba sebelum pajak turun jadi Rp436,44 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp673,21 miliar.

Arsy ani s
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
2 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
2 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
2 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
4 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
4 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
4 jam yang lalu
Infografis
Balas Dendam dengan...
Balas Dendam dengan Gas, Putin Targetkan 48 Negara Tak Bersahabat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved