Industri Makanan Minuman Terus Tumbuh

Jum'at, 17 April 2015 - 08:50 WIB
Industri Makanan Minuman...
Industri Makanan Minuman Terus Tumbuh
A A A
SERANG - Industri makanan dan minuman diyakini akan terus berkembang seiring dengan tumbuhnya pasar kelas menengah di Tanah Air. Kondisi ini mendorong investor untuk masuk ke sektor makanan dan minuman.

Deputi Promosi dan Investasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Himawan Hariyoga mengatakan, industri makanan dan minuman merupakan bisnis yang sangat besar di Indonesia. Tahun lalu, sektor ini mencatat total realisasi investasi terbesar yakni Rp53,4 triliun (USD4,5 miliar, kurs Rp12.000 per dolar AS).

Nilai ini merupakan 11,5% dari total realisasi penanaman modal asing dan dalam negeri di tahun 2014 dan melebihi nilai realisasi di sektor pertambangan. ”Kami optimistis investasi di sektor ini akan terus tumbuh sejalan dengan pertumbuhan kelas menengah di Indonesia,” ujar dia saat peresmian pabrik PT Kanemory Food Service (KFS) di Serang, Banten, kemarin.

Dia menambahkan, dalam lima tahun terakhir BKPM telah merealisasikan USD32,8 miliar dari rencana investasi penanaman modal asing. Sedangkan, realisasi penanaman modal dalam negeri baru sekitar USD13,8 miliar dolar atau 42% yang sudah direalisasikan dalam rentang waktu tersebut.

Dia melanjutkan, Pemerintah Indonesia memiliki komitmen yang kuat dalam menjaga investasi di Indonesia. Untuk itu, dia berharap produsen makanan siap saji seperti KFS tidak hanya memenuhi pasar domestik tetapi menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk ekspor.

KFS merupakan perusahaan patungan antara Kanematsu Corporation dengan Cimory Group serta PT Kanematsu Trading Indonesia (KTI) dengan komposisi saham masing-masing 49,1%, 40,1% dan 10%. KFS didirikan dengan modal awal Rp400 miliar dengan total investasi sebesar USD6 juta. CEO Cimory Group Bambang Sutantio mengatakan, meningkatnya populasi kelas menengah di Indonesia membuat perubahan pola makan dari yang tradisional menuju ke modern, yaitu food to enjoy.

Hal ini mendorong tumbuhnya convenience stores dan menjadi tren umum di seluruh dunia. ”Kami yakin usaha bersama ini akan menjadi sebuah bentuk kerja sama yang saling menguntungkan untuk menjawab kebutuhan pangan Indonesia yang berkualitas dan fleksibel,” ujarnya. Bambang menambahkan, kehadiran KFS dapat mendorong kesuksesan bisnis makanan di convenience store.

Dengan kenaikan drastis upah di Indonesia sejak lima tahun terakhir, persentase biaya tenaga kerja menjadi sangat tinggi apabila harus mengerjakan semuanya in storein store . President Director PT KFS Hideki Kobayashi mengatakan, tahun ini belum bisa menargetkan penjualan namun dalam tiga tahun ke depan akan mencapai USD8 juta per tahun. Selain itu, bahan baku yang digunakan dalam proses produksi akan dicari sumber-sumber lokal namun jika tidak tersedia akan diimpor. ”Ini masih 80% lokal,” jelasnya.

Oktiani endarwati
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
2 jam yang lalu
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
2 jam yang lalu
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
3 jam yang lalu
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
3 jam yang lalu
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
3 jam yang lalu
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
3 jam yang lalu
Infografis
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved