Stop Subsidi BBM dan Impor Beras, Jokowi Siap Tak Populer

Sabtu, 18 April 2015 - 13:21 WIB
Stop Subsidi BBM dan...
Stop Subsidi BBM dan Impor Beras, Jokowi Siap Tak Populer
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, akan mempertahankan kebijakan ekonominya terkait pengalihan subsidi harga BBM, penghentian ekspor bahan mentah (raw material) tambang, termasuk bahan pangan seperti beras, jagung, dan kedelai.

Seperti dikutip dari laman Setkab, Sabtu (18/4/2015), Presiden Jokowi mengakui diperlukan perubahan pola pikir yang total dalam memahami kebijakan ekonomi yang kini diambil pemerintah.

Tidak mungkin hanya langsung merubah, kemudian semuanya (masyarakat) bisa menerima. Namun demikian, Jokowi menegaskan siap dengan risiko tidak populer atas kebijakan yang diambilnya itu.

"Saya tahu dan saya sudah diingatkan tangan kiri kita. Bapak kalau ini nanti dialihkan, pengalihan subdisi dari yang konsumtif dipakai kendaraan tiap hari kemudian dialihkan kepada sektor produktif, pertanian, perikanan, infrastruktur, hati-hati. Bapak bisa jatuh popularitasnya. Saya sampaikan, itu risiko keputusan," katanya.

Dia sengaja fokus membenahi masalah sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi tantangan global, termasuk pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada akhir 2015. Karena apapun ke depan pertarungannya kualitas SDM.

Menurutnya, meski Indonesia dikaruniai sumber daya alam (SDA) yang melimpah, namun tidak bisa menggunakannya denga baik. Contohnya pada saat booming minyak pada 1970-an, tidak bisa membuat sebuah pondasi pembangunan yang baik.

Begitu pula pada 1980-an pada saat booming kayu, tetapi terjadi penebangan dan lupa membangun industri hilirnya. Termasuk tidak bisa membuat pondasi untuk pembangunan, demi kesejahteraan rakyat.

Jokowi juga menyorotit ekspor raw material batu bara yang diekspor ke negara lain. Di mana negara lainmembangun industri dengan batu bara dari Indonesia, lalu produknya masuk ke Indonesia, dan negara ini menjadi konsumen dari produk tersebut.

"Itu sebuah kesalahan. Kenapa tidak kita kunci, kita miliki. Kalau kamu mau buat industri, buat di Indonesia. Batu bara banyak di sini. Sehingga akan ada keuntungan pajak, tenaga kerja, nilai tambah yang lain lain, akan banyak sekali. Inilah yang akan kita lakukan," paparnya.

Untuk itu, pemerintah akan mulai stop satu per satu. Tidak hanya masalah batu bara, nikel, bauksit, dan timah. "Ini harus kita olah, hilirisasinya ada di Indonesia. Kita sudah tidak mau lagi kirim mentahan. Diolah di sana, kembali ke sini, kita beli," tegas mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Dengan diolah di sini, Jokowi meyakini akan membuka lapangan pekerjaan yang sebesar-besarnya. "Itulah yang kita inginkan," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Soal Kenaikan Harga...
Soal Kenaikan Harga BBM Subsidi, Jokowi: Semuanya Saya Suruh Ngitung Betul Sebelum Diputuskan
Momentum ketika Jokowi...
Momentum ketika Jokowi Bertemu Joko Widodo
Pastikan Daya Listrik...
Pastikan Daya Listrik 450 VA Tak Dihapus, Jokowi: Jangan Sampai yang di Bawah Resah
Gunakan Aplikasi Baru...
Gunakan Aplikasi Baru saat Ratas, Jokowi: Sudah Dengar? Tes, Tes, Tes
1 Jam Pertemuan Dubes...
1 Jam Pertemuan Dubes Belanda dengan Jokowi, Ini yang Dibicarakan
Minta Pemda Gunakan...
Minta Pemda Gunakan APBD untuk Persoalan BBM, Jokowi: Tidak Perlu Ragu
Berita Terkini
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
1 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
4 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
4 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
14 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
15 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
15 jam yang lalu
Infografis
Alasan Eropa Tak Siap...
Alasan Eropa Tak Siap Perang Jangka Panjang Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved