Kepercayaan Manufaktur Jepang Turun

Selasa, 21 April 2015 - 10:54 WIB
Kepercayaan Manufaktur...
Kepercayaan Manufaktur Jepang Turun
A A A
TOKYO - Kepercayaan manufaktur Jepang turun untuk pertama kali dalam tiga bulan pada April. Meski demikian, kepercayaan perusahaan sektor jasa membaik.

Hasil jajak pendapat yang dirilis kantor berita Reuters kemarin menegaskan pemulihan ekonomi yang tidak merata dari resesi tahun lalu. Reuters Tankan yang melacak survei Tankan oleh Bank Sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) itu setelah berbagai indikator lemah yang meningkatkan kekhawatiran tentang pemulihan berkelanjutan di Jepang.

Jajak pendapat bulanan terhadap 483 perusahaan besar dan menengah itu menunjukkan perusahaan-perusahaan mengkhawatirkan turunnya permintaan domestik dan luar negeri. Para manajer yang merespons jajak pendapat Reuters juga mengeluhkan biaya impor bahan mentah yang meningkat akibat nilai yen yang lemah.

Hasil survei kepercayaan perusahaan- perusahaan Jepang ini berbeda dengan pernyataan Bank Sentral Jepang dan pemerintah yang menganggap ekonomi sesuai jalur untuk pemulihan moderat. Saat manufaktur merasakan peningkatan permintaan global, kepercayaan sektor jasa menguat ke level tertinggi sejak Juni lalu.

Para peritel mulai kehilangan pesimisme untuk pertama kali sejak Oktober saat ekonomi mulai menguat setelah terkena dampak kenaikan pajak penjualan pada tahun lalu. ”Rasio belanja modal dan operasional telah berkurang karena memburuknya perekonomian di luar negeri termasuk China, Eropa, dan Brasil,” papar seorang eksekutif di produsen mesin dalam survei tersebut, dikutip Reuters.

”Para pembeli rumah berkurang akibat kenaikan pajak penjualan. Meski demikian, ada beberapa sinyal peningkatan permintaan,” ujar seorang eksekutif di perusahaan konstruksi. Dewan Kebijakan BoJ akan bertemu lagi pada 30 April mendatang untuk mengeluarkan proyeksi harga dan data ekonomi baru yang mungkin memicu pemangkasan proyeksi harga.

Beberapa investor memperkirakan BoJ akan mengambil langkah pada rapat mendatang. Adapun investor lainnya memproyeksikan peluang kebijakan dana murah selanjutnya tahun ini. Melemahnya sektor manufaktur dapat mengganggu pemulihan ekonomi dan memaksa Bank Sentral Jepang turun tangan.

Indeks sentimen Reuters Tankan untuk manufaktur turun menjadi 12 pada April dari 16 pada bulan sebelumnya, terbebani oleh sektor seperti produsen baja, pangan, dan tekstil atau kertas. Reuters Tankan memproyeksikan penguatan menjadi 18 pada Juli. Indeks sektor jasa menguat menjadi 25 dari 21 pada Maret, dipicu oleh sejumlah sektor seperti peritel, real estate/konstruksi, dan informasi/komunikasi.

Reuters Tankan memproyeksikan penguatan menjadi 26 pada Juli. Data BoJ yang dirilis pada 1 April menunjukkan, sejumlah manufaktur besar tidak memiliki kepercayaan yang lebih tinggi dibandingkan tiga bulan sebelumnya.

Syarifudin
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Meroket 4,12% Tembus Level 6.254
19 menit yang lalu
Rupiah Tampil Perkasa...
Rupiah Tampil Perkasa di Awal Pekan, Hari Ini Sentuh Rp17.708 per Dolar AS
27 menit yang lalu
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Modus Penipuan Berkedok Investasi Pasar Modal
1 jam yang lalu
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
2 jam yang lalu
Brantas Abipraya Kebut...
Brantas Abipraya Kebut Penyelesaian Akhir Sekolah Rakyat Jabar II, DPR Optimistis Segera Operasional
2 jam yang lalu
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
2 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Gen Z Nepal...
7 Alasan Gen Z Nepal Turun ke Jalan, Paksa PM KP Sharma Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved