BSM Catat DPK Rp59,75 Triliun

Rabu, 22 April 2015 - 11:16 WIB
BSM Catat DPK Rp59,75...
BSM Catat DPK Rp59,75 Triliun
A A A
JAKARTA - PT Bank Syariah Mandiri (BSM) mencatat dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp59,75 triliun hingga akhir Maret 2015, atau naik 8,35% (year on year /yoy) dibandingkan posisi Maret 2014 dari Rp55,15 triliun.

Komposisi dana murah (giro dan tabungan) merupakan kontribusi terbesar yakni sekitar 47,59% atau mencapai Rp28,43 triliun. Direktur Utama BSM Agus Sudiarto mengatakan, tahun ini perseroan akan gencar dalam peningkatan giro dan tabungan. Oleh karena itu, pihaknya membidik potensi low cost fund dari pembayaran gaji karyawan Kementerian Agama.

“Potensi tersebut dimungkinkan, menyusul penandatanganan MoU dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) mengenai Penyaluran Belanja Pegawai, Dana Bantuan dan Pemanfaatan Layanan Jasa/Produk Perbankan lainnya antara BSM dan Kemenag,” ujar Agus dalam siaran pers kemarin.

Dia melanjutkan, melalui kerja sama tersebut, BSM dapat menjadi bank pembayar gaji dan tunjangan pegawai Kemenag, penyaluran dana-dana bantuan dari pemerintah pusat kepada sekolah, siswa, dosen, dan lainnya. Di samping itu BSM juga bisa menyalurkan pembiayaan kepada pegawai yang pembayaran gajinya melalui rekening di BSM.

“Kerja sama kami dengan Kemenag selama ini sudah cukup baik terutama melalui pengelolaan dana haji. Apa yang kami tanda tangani dapat memperkuat kerja sama yang sudah ada dan sekaligus membuka potensi yang lebih luas lagi,” kata Agus.

Sebelumnya, pada 13 April 2015, BSM bersama bank-bank lain menandatangani PKS dengan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Republik Indonesia sebagai Bank Operasional Dua (BO 2) untuk menyalurkan dana surat perintah pencairan dana gaji bulanan untuk kementerian negara/lembaga/ satuan kerja.

Dia menjelaskan, saat ini BO2 yang existing adalah bank-bank milik negara (Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN) dan beberapa BPD. Kementerian Agama memiliki sekitar 4.482 satuan kerja (satker) dengan jumlah pegawai mencapai sekitar 235.000.

Menurut dia, kerja sama dengan Kemenag memungkinkan BSM memasarkan pembiayaan konsumer berupa pembelian barang dan penggunaan jasa (BSM Implan), Pembiayaan Pemilikan Rumah (BSM Griya), Pembiayaan Pemilikan Kendaraan Bermotor (BSM Oto), Gadai dan pembiayaan cicil emas, serta Produk atau jasa perbankan Lainnya. “Pelayanan kepada satker dan PNS merupakan ujung tombak dari suksesnya program ini,” tukasnya.

Tahun ini saja, kata Agus, minimal setiap Cabang dapat bekerja sama dengan minimal satu satuan kerja dan tahun berikutnya, setiap cabang bisa menambah kerja sama dengan satker lainnya. Dia optimistis akan mencapai target karena jaringan cabang BSM yang mencakup 865 outlet di seluruh Indonesia telah siap melayani pembayaran gaji PNS setiap bulannya.

“Kami juga telah memiliki system e-payroll yang selama ini digunakan dalam pembayaran payroll perusahaan swasta yang bekerja sama dengan BSM,” tutupnya.

Kunthi fahmar sandy
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
30 menit yang lalu
Transformasi IFG Tak...
Transformasi IFG Tak Hanya Streamlining, Tapi Perkuat Tata Kelola Investasi
40 menit yang lalu
Danantara Pangkas Ribuan...
Danantara Pangkas Ribuan BUMN Jadi 200-300 Entitas, Langkah Rasional Selamatkan Aset Negara
42 menit yang lalu
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Lifting Perdana BBM B50, dari Kilang Kasim dan Plaju
1 jam yang lalu
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah ke 6.315, 309 Saham Berakhir di Zona Merah
1 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved