Rencana Tukar Guling Mitratel-TBIG Untungkan Telkom

Rabu, 22 April 2015 - 11:28 WIB
Rencana Tukar Guling...
Rencana Tukar Guling Mitratel-TBIG Untungkan Telkom
A A A
JAKARTA - Rencana tukar guling saham (share swap ) antara anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) yaitu Mitratel dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) akan menguntungkan perseroan dalam jangka waktu panjang.

Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya mengatakan, rencana tukar guling saham antara Telkom dan Tower Bersama Infrastructure tidak akan merugikan apalagi dilihat secara jangka panjang.

”Aksi share swap tidak bisa dilihat dalam jangka pendek dan di satu sisi. Bicaranya harus jangka panjang karena bisnis menara itu kontraknya jangka panjang semua, minimal lima hingga 10 tahun. Istilahnya, berkelanjutan. Harus jeli melihat ke sana,” kata William di Jakarta kemarin.

Menurut William, terdapat pengalaman yang bisa menjadi rujukan dalam melihat transaksi akuisisi menara yaitu ketika Tower Bersama membeli 2.500 menara milik PT Indosat Tbk (ISAT) pada 2012. Saat itu Indosat tidak dibayar secara tunai, tetapi melalui kepemilikan saham sebesar 5% di TBIG.

”Hanya dipegang dua tahun, dijual saham 5% itu naiknya berlipat-lipat. Nah , kalau ternyata transaksi Telkom-TBIG menghasilkan yang sama, tidak merugikan dong . Apalagi, kedua perusahaan ini terus berkembang,” paparnya.

Dalam catatan, Indosat menetapkan harga penjualan 5% saham milik Tower Bersama pada 2014 dengan harga Rp5.800 per saham. Dana yang diraup sekitar Rp1,39 triliun sebelum komisi dan biaya-biaya. Harga penjualan tersebut lebih tinggi 110% dari awal Indosat memiliki saham penyedia menara itupada 2012 di angka Rp2.757 per saham.

Dia menambahkan, pasar masih optimistis transaksi antara Telkom dan Tower Bersama bisa terjadi walau batas perjanjian conditional purchase agreement (CSPA) pada Juni mendatang.

”Belajar dari aksi akuisisi menara Indosat pada 2012, itu kan juga mepet. Sekarang tergantung kedua belah pihak menuntaskan kewajiban masing-masing agar transaksi terealisasi. Pasalnya, investor melihat kedua perusahaan itu oke kinerjanya, kalau bergabung tentu bagus,” pungkasnya.

Sementara, analis dari CLSA Abdullah Hashim dalam kajiannya awal Maret lalu menyarankan Telkom tidak melepas transaksi tersebut mengingat kinerja dari Tower Bersama secara operasional menjanjikan. Operator telekomunikasi pelat merah itu diyakini bisa ikut menikmati pertumbuhan bisnis menara.

”Jika transaksi itu terjadi tenancyratio dari Tower Bersama bisa dobel dalam empat tahun, tetapi jika tidak terjadi industri masih butuh menara untuk menempatkan BTS sehingga dalam enam tahun tenancy ratio TBIG bisa double digit,” jelas Hashim dalam risetnya.

Dia memperkirakan, transaksi ini akan disetujui oleh pemegang saham Telkom karena menguntungkan, mengingat valuasi menara dari Mitratel di harga premium dan bisa menikmati gain saham dari Tower Bersama yang akan terus tumbuh. ”Telkom akan kesulitan menaikkan tenancy ratio dari Mitratel jika sendirian, sementara Tower Bersama dapat menaikkan EBITDA-nya 35% jika transaksi ini closed ,” tutupnya.

Sebelumnya Direktur Utama Telkom Alex J Sinaga mengakui, transaksi tukar guling saham antara Mitratel dan Tower Bersama ini telah sesuai koridor hukum dan transparan. ”Terlalu banyak isu soal transaksi ini, padahal semua berjalan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku. Kami selalu transparan dengan transaksi ini,” ungkapnya.

Heru febrianto
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram
10 menit yang lalu
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat ke 5.709 Pagi Ini, Mayoritas Sektor Bergerak Positif
45 menit yang lalu
Aset Kripto Rp18 Triliun...
Aset Kripto Rp18 Triliun Lenyap Diretas, AI Bisa Jadi Andalan Keamanan Baru
1 jam yang lalu
Prabowo Pangkas 1.000...
Prabowo Pangkas 1.000 BUMN Menjadi 250, Bagaimana Nasib Karyawan?
1 jam yang lalu
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
2 jam yang lalu
RSM Indonesia Umumkan...
RSM Indonesia Umumkan Bergabungnya Mahendra Siregar sebagai Senior Advisor
11 jam yang lalu
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Tolak Rencana Israel Menyerang Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved