Pemerintah Didesak Atasi Ketimpangan Ekonomi

Kamis, 23 April 2015 - 17:22 WIB
Pemerintah Didesak Atasi...
Pemerintah Didesak Atasi Ketimpangan Ekonomi
A A A
JAKARTA - Direktur Koalisi Anti Utang (KAU) Dani Setiawan menegaskan, pemerintah harus segera mengatasi ketimpangan ekonomi Indonesia. Hal ini juga berkaitan dengan kejahatan ekonomi pada kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang merusak sistematik ekonomi Indonesia.

Dani mengatakan, selama ini pemerintah terkesan menutup mata. Ketika oknum jahat tersebut melakukan praktik kejahatan, dan sudah diketahui pemerintah, tidak ada upaya sama sekali untuk mengungkapnya.

"Harus ada kesadaran, bahwa praktik-praktik itu ada, harusnya ketika reformasi datang, praktik-praktik ketimpangan ekonomi harus dikoreksi," ujar Dani di Jakarta, Kamis (23/4/2015).

Selain itu, Dani menambahkan, perusahaan-perusahaan yang besar karena pihak tertentu juga harus segera dikelola pemerintah. "Misalnya mereka pengusaha yang mendapat pertolongan cendana, itu harus dikelola negara. Karena itu nanti bisa menguntungkan negara dan hajat hidup orang banyak dan nilai ekonominya bisa kembali," katanya.

Sekarang, para pengusaha tersebut kebanyakan membuat sektor perbankan yang kemudian menyalahi kebijakan likuiditas BLBI. Hal ini terkonfirmasi pula dengan perilaku sejumlah bank penerima BLBI yang menyalahgunakan BLBI.

Dari total penerimaan BLBI pada 48 bank, yaitu senilai Rp144,53 triliun, telah ditemukan berbagai pelanggaran. Penyimpangan-penyimpangan yang ditemukan mencapai nilai Rp84,84 triliun atau 59,7% dari keseluruhan BLBI.

"Nah ini ironis, para perampok BLBI yang dianggap jatuh kekayaan karena telah dijamin ke negara, ternyata tetap kaya raya, bahkan masuk ke dalam daftar 30 orang terkaya di Indonesia versi Forbes dan bebas melenggang serta melarikan asetnya ke luar negeri untuk menghindari penagihan utangnya," pungkas Dani.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Berita Terkini
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
18 menit yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
1 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
1 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
3 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
4 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved