Pemerintah Kesulitan Lacak Kerugian Negara di Petral

Jum'at, 24 April 2015 - 15:10 WIB
Pemerintah Kesulitan...
Pemerintah Kesulitan Lacak Kerugian Negara di Petral
A A A
JAKARTA - Staf Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Said Didu mengatakan, negara kesulitan melakukan audit investigasi terkait kerugian negara yang diakibatkan oleh Petral.

Selama ini, banyak yang menilai negara merugi dalam jumlah besar karena Petral. Namun, tidak ada yang mengetahui secara pasti berapa kerugian yang dialmi negara akibat Petral.

"Berapa kerugian negara itu sangat sulit. Karena susah untuk melakukan audit investigasi, dan Petral tidak bisa membuktikan mafia migas, BPK juga sudah mengatakan bahwa telah diaudit, tapi tidak bisa kalau tidak menggunakan audit investigasi," ujarnya di Jakarta, Jumat (24/4/2015).

Bahkan, saat harga minyak sedang naik turun, yang bisa menemukan ada angka kecurangan di kondisi tersebut hanya audit investigasi. Pemerintah tidak bisa melakukan audit investigasi terhadap Petral, karena berada di Singapura.

Maka, lanjut Said, secara otomatis badan hukumnya menggunakan badan hukum di Singapura, dan jelas pemerintah Singapura tidak akan mengizinkan audit investigasi.

"Maka kalau Pertamina menggunakan Indonesia Supply Chain (ISC), proses trading minyak itu bisa diaudit investigasi oleh BPK, karena perusahaan tersebut ada di Indonesia," pungkas dia.

(Baca: Petral Ibarat Kolam Isi Belut Berbisa)
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gencar Inovasi Panas...
Gencar Inovasi Panas Bumi, PGE Diganjar Penghargaan oleh Kementerian ESDM
Jelang Helat G20, Menteri...
Jelang Helat G20, Menteri ESDM Tinjau Kesiapan Green Energy Station Pertamina di Bali
Masyarakat Harus Berhemat,...
Masyarakat Harus Berhemat, Kuota Pertalite Tersisa 6,7 Juta KL
Canggih, di Babel Bakal...
Canggih, di Babel Bakal Dibangun Prototipe PLTN Berbasis Thorium
Massa AMLT Desak Kementerian...
Massa AMLT Desak Kementerian ESDM Cabut Izin Supra Bara Energy
Tok, Pertamina dan Kementerian...
Tok, Pertamina dan Kementerian ESDM Sepakat Harga BBM Tak Turun
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
6 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
8 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
8 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
9 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
9 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
9 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved