Keuntungan Honda Melemah

Rabu, 29 April 2015 - 09:27 WIB
Keuntungan Honda Melemah
Keuntungan Honda Melemah
A A A
TOKYO - Honda kemarin mengumumkan penurunan laba bersih tahunan sebesar 8,9% menjadi USD4,4 miliar akibat kenaikan biaya penarikan produk.

Perusahaan automotif terbesar ketiga di Jepang itu menurunkan proyeksi laba hingga dua kali sebelum hasilnya diumumkan kemarin. Sebelumnya Honda memperingatkan skandal kantung udara dari penyuplai Takata akan mengakibatkan penurunan laba bersih. Penyebab penurunan laba yang lain adalah melemahnya permintaan di Jepang dan China. ”Laba bersih sebesar 522,7 miliar yen (USD4,4 miliar) pada tahun fiskal yang berakhir Maret, lebih buruk dibandingkan sebagian besar proyeksi perolehan laba 545 miliar yen. Adapun laba operasional turun 13% menjadi 651,6 miliar yen,” ungkap pernyataan Honda, dikutip kantor berita AFP.

Adapun penjualan tahunan naik 6,8% menjadi 12,6 triliun yen. Untuk tahun fiskal sekarang, Honda memproyeksikan laba bersih 525 miliar yen pada penjualan 14,5 triliun yen dengan sistem baru standar akuntansi yang telah diadopsi Honda. Honda menjelaskan, laba operasional pada kuartal IV turun sekitar sepertiga saat perusahaan harus membayar USD425 juta untuk penarikan produk pada kuartal Oktober- Desember.

Februari lalu Honda menyatakan Presiden Honda Takanobu Ito akan mundur saat perusahaan menghadapi krisis penarikan produk. Penarikan kembali kantung udara Honda mengurangi dampak positif penurunan tajam nilai yen yang menaikkan laba untuk para eksportir utama Jepang, termasuk industri automotif. ”Hasil ini akibat kenaikan biaya penjualan, administratif dan umum, termasuk pengeluaran terkait kualitas dan penurunan penjualan automotif di Jepang,” ungkap pernyataan Honda.

”Ini terjadi meski ada berbagai faktor yang meningkatkan laba seperti kuatnya penjualan di Asia dan dampak nilai matauangyangmenguntungkan akibat depresiasi yen Jepang,” papar Honda. Harga saham Honda yang terdaftar di bursa Tokyo naik 0,32% menjadi 4.330,5 yen setelah hasil ini dirilis. Sebanyak 20 juta mobil yang diproduksi beberapa perusahaan automotif terbesar dunia, ditarik akibat risiko keamanan terkait kantung udara buatan Takata.

Kantung udara itu dapat mengembang dengan kekuatan ledakan yang terlalu besar sehingga berpotensi melepas pecahan mematikan di dalam mobil.

Syarifudin
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
46 menit yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
52 menit yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
1 jam yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
1 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
2 jam yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
2 jam yang lalu
Infografis
3 Keuntungan Rusia Jika...
3 Keuntungan Rusia Jika Perang Melawan Ukraina Berakhir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved