RI Kehilangan Rp150 Triliun Gara-gara Minyak Dunia
Kamis, 30 April 2015 - 06:25 WIB
RI Kehilangan Rp150 Triliun Gara-gara Minyak Dunia
A
A
A
JAKARTA - Terdepresiasinya harga minyak dunia sejak tahun lalu membawa dampak berat bagi keuangan Indonesia yang harus rela kehilangan penerimaan dari tekanan harga minyak sebesar Rp150 triliun.
"Sekarang ini karena depresiasi minyak dunia, kita kehilangan Rp150 triliun dari penurunan harga dan produksi minyak," jelas Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Rabu (29/4/2015).
Bambang mengatakan, menurut perkiraannya, harga minyak dunia ke depannya akan sulit bangkit. Hal ini membuat penerimaan negara akan terbatas. Maka, pemerintah akan menggenjot penerimaan dari sektor lain, pajak dan non pajak.
"Anggaran tersebut tentunya akan kita gunakan untuk mandatory spending seperti dana kesehatan yang akan naik 5% di tahun depan dari angka sebelumnya 3,9%. Kemudian pembayaran bunga utang, subsidi elpiji 3 kg, raskin, dana desa, dan sebagainya," imbuh dia.
Untuk sekarang, Bambang mengakui bahwa belanja infrastruktur dari kementerian/lembaga (K/L) baru cair senilai Rp7 triliun dari total anggaran tahun ini sebesar Rp290 triliun.
"Untuk itu, kita minta Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan untuk sesegera mungkin merealisasikan anggaran infrastruktur, membangun proyek dan sebagainya," tandas Menkeu.
"Sekarang ini karena depresiasi minyak dunia, kita kehilangan Rp150 triliun dari penurunan harga dan produksi minyak," jelas Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Rabu (29/4/2015).
Bambang mengatakan, menurut perkiraannya, harga minyak dunia ke depannya akan sulit bangkit. Hal ini membuat penerimaan negara akan terbatas. Maka, pemerintah akan menggenjot penerimaan dari sektor lain, pajak dan non pajak.
"Anggaran tersebut tentunya akan kita gunakan untuk mandatory spending seperti dana kesehatan yang akan naik 5% di tahun depan dari angka sebelumnya 3,9%. Kemudian pembayaran bunga utang, subsidi elpiji 3 kg, raskin, dana desa, dan sebagainya," imbuh dia.
Untuk sekarang, Bambang mengakui bahwa belanja infrastruktur dari kementerian/lembaga (K/L) baru cair senilai Rp7 triliun dari total anggaran tahun ini sebesar Rp290 triliun.
"Untuk itu, kita minta Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan untuk sesegera mungkin merealisasikan anggaran infrastruktur, membangun proyek dan sebagainya," tandas Menkeu.
(izz)
Lihat Juga :